Pilot dan pramugari, pekerjaan nan menurut penelitian mempunyai akibat kanker akibat radiasi(Magnific)
STUDI terbaru nan dilakukan oleh Catherine Olsen dan Ken Karipidis menemukan pekerjaan pilot dan pramugari mempunyai proporsi kematian akibat kanker mengenai radiasi nan lebih tinggi daripada populasi pekerja secara umum.
Penelitian nan dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine menganalisis lebih dari 12 juta sertifikat kematian di Amerika Serikat dan membandingkan lebih dari 500 jenis pekerjaan. Hasilnya, pramugari menempati posisi pertama, sementara pilot berada di urutan kedua untuk proporsi kematian akibat kanker nan berangkaian dengan paparan radiasi.
Sekitar 6,9 persen kematian pramugari berangkaian dengan jenis kanker tersebut. Pada pilot, angkanya mencapai 6,7 persen, sedangkan pada populasi pekerja secara umum sekitar 5 persen.
Risiko tersebut berangkaian dengan paparan radiasi kosmik, ialah radiasi berenergi tinggi nan berasal dari luar angkasa.
Saat pesawat terbang pada ketinggian jelajah, lapisan atmosfer nan melindungi manusia dari radiasi kosmik menjadi lebih tipis. Akibatnya, awak pesawat nan menghabiskan banyak waktu di udara dapat menerima paparan radiasi lebih besar dibandingkan orang nan bekerja di permukaan Bumi.
Jenis kanker nan dianalisis dalam penelitian ini antara lain leukemia, limfoma, multiple myeloma, kanker kulit, payudara, tiroid, prostat, dan sistem saraf pusat.
Meski hasilnya cukup menarik perhatian, penelitian ini tidak berfaedah bekerja sebagai pilot alias pramugari secara otomatis menyebabkan kanker.
Peneliti juga mengakui adanya sejumlah keterbatasan. Mereka tidak mengetahui secara pasti berapa banyak paparan radiasi nan diterima setiap pekerja selama kariernya. Faktor lain seperti jet lag dan jam kerja nan tidak teratur juga dapat memengaruhi kesehatan.
Karena itu, penelitian ini lebih tepat dilihat sebagai peringatan mengenai pentingnya memperhatikan paparan radiasi dalam pekerjaan penerbangan.
Studi tersebut menunjukkan bahwa akibat kesehatan akibat pekerjaan di udara perlu mendapat perhatian lebih serius. Pemantauan paparan radiasi, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan rutin dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan bagi awak pesawat. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·