Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026: 12.261 Personel Gabungan Dikerahkan

Sedang Trending 4 jam yang lalu
 12.261 Personel Gabungan Dikerahkan Sekda Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengikuti Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Wibawa Mukti Jaya 2026 dalam rangka pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026.(Dok Pemkab Bekasi)

 Sebanyak 12.261 personel campuran mengikuti Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Wibawa Mukti Jaya 2026 di Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/9). Pengerahan pasukan besar-besaran ini dilakukan guna menjamin keamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak nan dijadwalkan berjalan pada Minggu (20/9).

Personel campuran tersebut bakal disebar ke 23 kecamatan dan 17 wilayah norma Polsek di seluruh Kabupaten Bekasi. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyatakan bahwa pemerintah wilayah terus memperkuat sinergi dengan TNI-Polri untuk menjaga kondusivitas wilayah selama pesta kerakyatan tingkat desa tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung penuh kesiapan pengamanan Pilkades serentak. Kami berambisi seluruh tahapan dapat melangkah tertib, aman, dan kondusif sampai dengan proses penghitungan suara,” ujar Endin.

Libatkan 4.200 Personel Polri dan 430 Babinsa

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo, merinci bahwa dari total 12.261 personel, sebanyak 4.200 orang merupakan personel internal Polri. Kekuatan ini ditambah dengan unsur TNI dan petugas pengamanan lainnya, termasuk 430 Babinsa nan bakal bekerja melekat di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Hari ini kita melaksanakan apel pergeseran pasukan dalam rangka Operasi Wibawa Mukti Pilkades Serentak 2026. Personel sudah langsung bergeser ke TPS masing-masing sejak H-1,” kata Kombes Andi.

Selain menjaga keamanan fisik, personel diarahkan untuk melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan selama proses pengedaran kotak bunyi menuju TPS.

Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Arm Vicky Harryanto Mamonto, menambahkan bahwa pihaknya mengerahkan 430 Babinsa untuk memonitor TPS di 154 desa. “Kodim 0509 Kabupaten Bekasi melalui 14 Koramil mendukung penuh pengamanan berbareng Polres Metro Bekasi,” tegasnya.

Polisi Selidiki Aksi Penyegelan Kantor Bupati

Di tengah persiapan pengamanan, Polres Metro Bekasi juga tengah menangani kejadian penyegelan ruang kerja Bupati Bekasi dan instansi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Aksi penggembokan menggunakan rantai tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok pendukung bakal calon kepala desa nan tidak lolos seleksi pada Jumat (18/9) sore.

“Kami lebih proaktif mengenai kejadian penyegelan instansi kemarin. Kita sudah olah TKP duluan meski belum ada laporan resmi nan masuk,” ungkap Kapolres.

Petugas telah membuka segel tersebut dan melakukan identifikasi di letak kejadian. Andi menduga tindakan ini merupakan corak protes spontanitas dari pihak nan tidak puas lantaran calonnya tidak masuk dalam lima besar seleksi, sehingga menuntut penundaan pemilihan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian tetap menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menentukan langkah norma selanjutnya. Meski demikian, situasi di kompleks perkantoran pemda dilaporkan telah kembali normal dan terkendali menjelang hari pemungutan suara. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia