PHRI Bali Sebut Belum Ada Dampak Penerbangan Batal terhadap Hotel

Sedang Trending 40 menit yang lalu
Penumpang nan terdampak pembatalan penerbangan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau beristirahat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (7/9/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menjelaskan kondisi okupansi hotel di sana, seiring banyaknya penerbangan pesawat nan batal utamanya dari Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma. Saat ini, tingkat okupansi condong sama jika dibanding sebelumnya saat belum banyak pembatalan penerbangan.

Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menjelaskan perihal itu lantaran saat ini visitor nan semestinya sudah menginap tetap tertahan di Jakarta sementara di Bali juga tetap ada visitor asal Jakarta nan tertahan lantaran tak bisa terbang ke Jakarta.

Jadi nan rencananya check-in nan bakal datang dari Jakarta juga ditunda di Jakarta, terus nan mau berangkat (ke Jakarta) juga tertunda, nan mau berangkat lantaran tidak ada penerbangan ke Jakarta tanggal 6 dan tanggal 7 ini. Sehingga dia memperpanjang tinggalnya. Itu nan terjadi, jadi nyaris sama (tingkat okupansinya),” kata Rai saat dihubungi kumparan pada Senin (7/9).

Rai menjelaskan, tingkat rata-rata okupansi hotel di regional Bali tetap stabil di kisaran 80 persen. Angka tersebut menurutnya tetap cukup bagus.

“Jadi ada nan di wilayah utara 60 persen, wilayah timur 70 persen, ada 90 persen di wilayah selatan, saya bicara okupansi regional,” ujarnya.

Ia juga berambisi agar para visitor khususnya asal Jakarta nan tak bisa terbang melalui Bandara Soekarno Hatta maupun Halim Perdanakusuma untuk melakukan perancangan ulang penerbangan lewat bandara-bandara nan tetap beroperasi. Selain itu, dia juga menyarankan bahwa jalan darat tetap bisa menjadi opsi untuk berpiknik ke Bali.

“Harapan kita nan mau ke Bali untuk me-reroute tripnya melalui Jogja, alias Surabaya, alias jalan darat nan mau berlibur,” kata Rai.

Sebelumnya, penerbangan di sejumlah bandara, mulai dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Bandara Husein Sastranegara, tetap ditutup hingga pukul 18.00 WIB hari ini (7/9). Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26 saat ini Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Bandara Pondok Cabe, Banten, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung dan Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat memang ditutup sampai pukul 18.00 WIB nanti.

instagram embed

Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah airport pengganti nan dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi operasional penerbangan. Terdapat enam airport nan dapat dijadikan alternatif, yakni:

  • Bandara Juanda di Provinsi Jawa Timur

  • Bandara Adi Soemarmo di Provinsi Jawa Tengah

  • Bandara Internasional Yogyakarta di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Bandara Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Bandara Jenderal Ahmad Yani di Provinsi Jawa Tengah

  • Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan