PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan kenaikan produksi minyak dan gas pada 2026, seiring upaya menjaga kontribusi terhadap pasokan daya nasional.
PHE menargetkan lifting minyak mencapai 595.000 barel oil equivalent per day (boepd) pada 2026. Target tersebut lebih tinggi dibanding realisasi 2025 nan tercatat sebesar 557.000 boepd alias naik sekitar 6,82 persen.
Peningkatan ini terutama didorong oleh produksi domestik nan diproyeksikan naik dari sekitar 396.000 barel menjadi 404.000 barel per hari. Di sisi lain, produksi gas bumi juga ditargetkan meningkat menjadi 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (Bscfd) pada 2026, dari realisasi 2025 sebesar 2,75 Bscfd.
Secara kontribusi, PHE menyumbang sekitar 32 persen–35 persen terhadap produksi gas nasional. Pada 2025, produksi gas PHE mencapai 2,8 Bscfd dari total nasional sekitar 5,5 Bscfd. Sementara untuk minyak, kontribusinya apalagi lebih dominan, ialah sekitar 69 persen dari total produksi nasional nan berada di kisaran 600.000 barel per hari.
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto menyebut capaian tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan sasaran produksi ke depan.
"Dengan pencapaian tahun lampau maka tantangan kita tadi produksi kita 557.000, kita bakal improve menjadi 595.000 BOEPD," kata Edi dalam Media Briefing di Batu, Malang, dikutip Jumat (10/4).
Untuk mengejar sasaran tersebut, PHE menggenjot aktivitas hulu secara intensif. Mulai dari pengeboran eksplorasi sebanyak 20 sumur, pengeboran pengembangan hingga 886 sumur, hingga pengembangan sembilan wilayah kerja baru.
Selain itu, perusahaan juga mencatat temuan persediaan mencapai 1 miliar barel, meski tetap memerlukan tahapan pengembangan lanjutan sebelum bisa diproduksikan.
Namun, upaya peningkatan produksi tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama berasal dari karakter lapangan nan sudah menua, nan menyebabkan tingkat penurunan produksi alias decline rate cukup tinggi. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya kadar air di reservoir.
“Kita sadari decline rate dari eksisting produksi cukup curam lantaran lapangan kita adalah lapangan tua,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, PHE mengandalkan beragam strategi peningkatan produksi, termasuk penerapan enhanced oil recovery (EOR). Implementasi metode ini dilakukan secara penuh di Minas serta pengembangan lanjutan steam flood di Duri.
Di samping itu, proyek-proyek besar seperti Masela juga masuk dalam strategi jangka menengah untuk menopang produksi.
"Jadi jika kita semua bisa lakukan harapannya tercapai produksi kita kisaran di 595.000 barel dan 2,8 BSCFD. Jadi kita bisa menjaga performa itu," katanya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·