Sekitar 1.000 perwakilan alumni Jesuit dari 57 negara datang di Yogyakarta dalam World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026. Tak hanya mengikuti rangkaian kongres di Universitas Sanata Dharma, para peserta juga diajak mengenal budaya dan kehidupan masyarakat Jogja.
WUJA Congress 2026 berjalan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Selama penyelenggaraan, para delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi budaya dan religi, mulai dari Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus di Ganjuran, Bantul nan memadukan tradisi Katolik dengan budaya Jawa, Candi Prambanan sebagai salah satu warisan budaya Hindu terbesar di Indonesia, hingga Candi Borobudur di Magelang nan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri langsung rangkaian hari kedua WUJA Congress 2026 di Universitas Sanata Dharma, Kamis (30/7). Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan mengatakan menjadi tuan rumah pertemuan internasional bukan sekadar menerima tamu, tetapi membuka ruang bagi persaudaraan lintas bangsa.
"Bagi kami menjadi tuan rumah bukan perkara menerima tamu semata. Dalam tata jiwa Jawa, tamu adalah titipan rasa. Ia datang membawa cerita, pengalaman, doa, dan harapan. Maka menyambut tamu berfaedah membuka ruang bagi persaudaraan untuk duduk, mendengar, dan menemukan irama bersama,” ungkapnya, Kamis (30/7).
Provincial Serikat Jesus Indonesia, Albertus Bagus Laksana mengatakan Yogyakarta menjadi tempat nan tepat untuk menjadi letak pertemuan alumni Jesuit bumi lantaran mempunyai karakter sebagai kota budaya dan pendidikan.
"Yogyakarta adalah tempat nan tepat dan mempunyai karakter tersendiri untuk menjadi letak pertemuan alumni Jesuit bumi beserta organisasi-organisasinya. Kota ini merupakan kota budaya dan pendidikan," katanya.
"Yogyakarta juga mempunyai sejarah panjang dalam mempertemukan orang-orang dari beragam latar belakang, agama, dan budaya. Kami berambisi seluruh peserta tidak hanya menikmati keelokan Yogyakarta, tetapi juga merasakan semangat keterbukaan, dialog, dan persahabatan nan ditawarkan kota ini," lanjutnya.
Pertemuan alumni Jesuit di Yogyakarta tahun ini dipusatkan di Universitas Sanata Dharma. Sebagai satu-satunya universitas Jesuit di Indonesia, kampus tersebut dipercaya menjadi tuan rumah WUJA Congress 2026 nan untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia. Selama lima hari penyelenggaraan, Auditorium Driyarkara menjadi letak utama kongres, tempat para delegasi mengikuti sesi konferensi, diskusi, hingga pembahasan beragam agenda organisasi alumni Jesuit dunia.
Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju Yogyakarta juga menjadi kesempatan untuk memandang langsung kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia. Herman, delegasi dari Republik Demokratik Kongo, mengaku menempuh perjalanan sekitar 18 jam untuk menghadiri kongres sekaligus mengenal kota ini lebih dekat.
"Saya menempuh perjalanan sekitar 18 jam. Saya mau memandang langsung masyarakatnya, tempatnya, dan Yogyakarta itu sendiri, bukan hanya menghadiri kongres," kata Herman.
Kesan serupa disampaikan Jeffrey dari India nan mengaku sejak lama tertarik dengan Indonesia, khususnya Yogyakarta.
"Saya senang memandang masyarakat di sini begitu bangga terhadap warisan dan budayanya,” ungkap Jeffrey.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·