Petugas MCR Disiagakan di Kawasan Jamarat demi Lindungi Jemaah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Petugas MCR Disiagakan di Kawasan Jamarat demi Lindungi Jemaah Dua petugas MCR memberikan pelayanan kepada seorang jemaah haji.(MCH 2026/Akmal)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat perlindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di area Jamarat. Tim unik ini diterjunkan untuk memberikan pertolongan pertama, pemindahan darurat, sekaligus mengurai kepadatan jemaah selama penyelenggaraan lontar jumrah pada hari Tasyrik.

Pantauan Media Indonesia di lapangan, tim tersebut mulai disiagakan sejak Rabu (27/5), tepat saat jemaah mulai memadati area Jamarat setelah menjalani prosesi mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina.

Personel nan dikerahkan merupakan campuran dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam) serta Pelaksana Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PPKPJH). Untuk mengantisipasi kedaruratan secara cepat, para petugas disebar di jalur Jamarat lantai satu dan lantai tiga.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa kehadiran MCR menjadi instrumen vital dalam memperkuat pengamanan dan pelayanan di titik-titik krusial pergerakan jemaah.

“MCR alias Mobile Crisis Rescue adalah tim unik dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji nan disiagakan di area Jamarat, Mina. Tim ini bekerja memberikan pertolongan pertama, melakukan pemindahan darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Maria, Kamis (28/5).

Maria menjelaskan, penempatan petugas di titik-titik strategis tersebut bermaksud agar pemantauan situasi dapat dilakukan secara langsung. Dengan demikian, respons terhadap kondisi darurat ataupun jemaah nan memerlukan penanganan medis segera bisa melangkah lebih cepat.

Di lokasi, kesigapan tim MCR langsung terlihat saat menangani sejumlah jemaah nan mengalami kelelahan akut hingga nan terpisah dari rombongannya.

“MCR dibentuk unik untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah nan pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan pemindahan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Keberadaan MCR, lanjut Maria, merupakan bagian dari ikhtiar Kemenhaj untuk memastikan seluruh dinamika di lapangan dapat tertangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Langkah proaktif ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji nan aman, tertib, serta inklusif bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. (Mal/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia