Peternak soal Harga Telur Murah: Produksi Melimpah, Pasar Belum Serap Maksimal

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Lapak telur di Pasar Mencos, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Harga telur ayam ras saat ini tengah rendah. Berdasarkan pantauan kumparan di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu (13/6), nilai telur dibanderol Rp 26.000 per kg, padahal Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat peternak Rp 26.500 per kg.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal Suwardi mengatakan kondisi tersebut dinilai dipicu oleh melimpahnya produksi telur nasional nan tidak diimbangi dengan penyerapan pasar nan optimal.

Suwardi menilai saat ini Indonesia telah mencapai kondisi swasembada telur, apalagi produksi nasional disebut mengalami kelebihan pasokan alias oversupply.

“Kita memang terjadi sebuah swasembada tersebut sampai kita oversupply 15 persen. (Kemudian) kondisi daya beli juga rendah lantaran akibat kenaikan kurs rupiah nan tinggi, peredaran duit di bawah kurang, mengakibatkan daya beli penduduk masyarakat rendah,” kata Suwardi kepada kumparan, Selasa (16/6).

Hal ini diperparah dengan biaya produksi nan kian naik. Menurut dia, nilai pakan pabrikan dalam dua bulan terakhir sudah naik empat kali dengan total kenaikan sekitar Rp 1.000 hingga Rp 1.200 per kg.

Telur ayam di Pasar Cipinang Muara, Jakarta Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: Widya/kumparan

“Di sisi lain, HAP nan digunakan adalah HAP Perbadan Nomor 6 tahun 2024, dengan perkiraan nilai pakan itu bakal jadi Rp 7.000. Sekarang sudah Rp 7.500-Rp 7.700. Sangat beratlah pokoknya bagi kami semua,” jelasnya.

Karena itu, peternak berambisi pemerintah dapat menghadirkan program nan bisa meningkatkan penyerapan telur nasional. Salah satu usulan nan disampaikan adalah menambah porsi telur dalam program support pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut dia, langkah tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat mengurangi kelebihan pasokan nan saat ini membebani peternak.

“Mungkin support pangan untuk penduduk kurang bisa bisa ditambahin dengan telur, sehingga kelak bisa sedikit menyerap, mengurangi (stok) nan sekarang saat ini numpuk, ada nan numpuk sampai tujuh hari di kandang,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan