Ilustrasi--Petenis Rep Ceko Marketa Vondrousova kala menghadiri konvensi pers di Wimbledon.(AFP/Joe TOTH)
SEJUMLAH petenis papan atas bakal memperluas tindakan protes mengenai pembagian bingkisan duit di Wimbledon, meski turnamen tersebut telah meningkatkan total biaya bingkisan tahun ini sebesar 20%.
Aksi itu menjadi kelanjutan dari langkah serupa di Prancis Terbuka. Saat itu, beberapa pemain membatasi sesi media prapertandingan menjadi 15 menit.
Di Wimbledon, protes direncanakan melangkah lebih jauh: para pemain bukan hanya bakal membatasi waktu saat media weekend, tetapi juga memangkas sesi media pascapertandingan menjadi 15 menit sepanjang pekan pertama turnamen Grand Slam tersebut.
Turnamen Wimbledon dijadwalkan dimulai pada Senin (29/6). Pembatasan 15 menit itu dimaksudkan sebagai simbol 15% pendapatan yang, secara umum, dialokasikan Grand Slam untuk bingkisan uang.
Perwakilan pemain menyebut keputusan tersebut diambil setelah “konsultasi terperinci dengan para pemain di kedua tur”.
Dari Prancis Terbuka ke Wimbledon
Di Paris, petenis nomor satu bumi putri Aryna Sabalenka mempersingkat konvensi pers pramusim turnamen. Pemain lain seperti Jannik Sinner dan Iga Swiatek juga mengikuti pengarahan work to rule, ialah membatasi aktivitas media sesuai pemisah minimum nan mereka tetapkan.
Namun, Novak Djokovic, nan selama ini kerap menyuarakan rumor hak-hak pemain, tidak ikut serta dalam tindakan tersebut.
Di Wimbledon, protes ini diperkirakan berakibat lebih besar lantaran tidak hanya menyasar agenda sebelum turnamen, tetapi juga tanggungjawab media setelah pertandingan pada pekan pembuka.
Respons AELTC: Terkejut dan Kecewa
All England Club (AELTC) menyatakan “terkejut dan kecewa” atas rencana para pemain tersebut.
“Wimbledon menempatkan para pemain di pusat semua keputusan kami dan kami berinvestasi secara signifikan kepada mereka setiap tahun,” kata AELTC.
AELTC juga menyebut investasi itu melangkah berbarengan dengan pengeluaran ratusan juta pound sterling untuk peningkatan akomodasi pemain dalam program transformasi tiga tahun demi menciptakan lingkungan performa pemain kelas dunia.
Sebelumnya, para pemain sempat menyambut kenaikan bingkisan duit Wimbledon sebesar 20% sebagai “langkah maju nan tulus dan signifikan”. Mereka juga menyebut pengumuman itu sebagai “pernyataan niat nan bermakna”.
Namun, bagi para pemain, kenaikan tersebut belum memenuhi tuntutan mereka agar Grand Slam mengalokasikan 16% pendapatan turnamen untuk bingkisan duit tahun ini.
Angka Kunci Hadiah Uang Wimbledon
| Kenaikan bingkisan duit Wimbledon | 20% | Disebut sebagai kenaikan tahunan terbesar dalam sejarah arena tersebut |
| Total biaya hadiah | £64,2 juta | Total prize fund untuk Championships tahun ini |
| Hadiah juara tunggal | £3,6 juta | Diterima masing-masing juara tunggal putra dan putri |
| Hadiah pemain kalah babak pertama | £80.000 | Diberikan kepada pemain tunggal nan tersingkir di putaran pertama |
| Selisih dari angan pemain | Sekitar £7 juta | Total biaya tetap di bawah nomor nan diharapkan perwakilan pemain |
| Tuntutan pemain | 16% pendapatan turnamen | Diminta dari seluruh Grand Slam tahun ini |
Perbedaan Pandangan soal Persentase Pendapatan
Ketua AELTC Deborah Jevans menolak pandangan bahwa persentase pendapatan adalah ukuran nan tepat untuk menentukan bingkisan uang.
“Kami tidak memandang persentase, kami tidak betul-betul percaya itu adalah metrik nan tepat,” kata Jevans kepada BBC Sport awal bulan ini.
Menurut Jevans, pendekatan berbasis pendapatan tidak memperhitungkan biaya nan kudu ditanggung penyelenggara. Ia menyinggung kebutuhan investasi prasarana dan pengembangan tenis lapangan rumput.
“Anda tidak dapat menjalankan upaya nan berkelanjutan, dan kami nyaris berumur 150 tahun, hanya dengan memandang pendapatan. Itu jelas salah,” ujarnya.
Di sisi lain, pemain tidak hanya menuntut bingkisan duit dikaitkan dengan pendapatan turnamen. Mereka juga meminta kontribusi ke benefit pool serta bunyi nan lebih besar dalam tata kelola arena Grand Slam.
Para pemain menyebut belum menerima “respons substantif” dari Wimbledon mengenai dua rumor tersebut. AELTC membantahnya dan menyatakan telah menghubungi pemain pada akhir tahun lampau untuk menawarkan pembicaraan mengenai pembentukan majelis pemain, nan kemudian dapat membahas rumor benefit.
Namun, tawaran itu ditolak oleh pihak pemain.
Pembicaraan dengan Grand Slam Lain
Perselisihan ini tidak hanya melibatkan Wimbledon. Kenaikan bingkisan duit di French Open tercatat sebesar 9,5%. Perwakilan pemain berambisi Federasi Tenis Prancis mengusulkan proposal untuk mempersempit jarak antara kedua pihak selama periode Wimbledon.
Diskusi juga bakal dilakukan dengan pelaksana dari Asosiasi Tenis Amerika Serikat saat mereka memfinalisasi tawaran bingkisan duit untuk US Open, nan dijadwalkan dimulai pada 30 Agustus.
Aturan Media di Grand Slam
Aturan Grand Slam mewajibkan semua pemain undian utama mengikuti “feature media opportunities” sebelum dan selama turnamen. Tujuannya adalah membantu meningkatkan keterlibatan publik dengan olahraga tenis.
Sesi media juga dimaksudkan agar pemain dapat menyampaikan pandangan tentang performa mereka sekaligus memberikan eksposur kepada media dan penggemar.
| Kewajiban pemain | Pemain undian utama wajib mengikuti kesempatan media sebelum dan selama turnamen |
| Tujuan sesi media | Meningkatkan keterlibatan fans dan memberi ruang bagi pemain menjelaskan performa mereka |
| Sanksi jika tidak hadir | Denda hingga £50.000, selain ada argumen sah nan disampaikan kepada badan pengatur |
| Dampak potensial | Mitra siaran utama seperti BBC dan ESPN berpotensi paling terdampak |
Jika pola di Prancis Terbyka terulang, sejumlah pemain top kemungkinan hanya bakal menjalani konvensi pers dan satu wawancara televisi. Di Roland Garros, format seperti itu sudah dilakukan banyak pemain papan atas.
Dengan demikian, Wimbledon bukan hanya bakal menjadi panggung persaingan di lapangan rumput, tetapi juga arena tarik-menarik antara pemain dan penyelenggara Grand Slam soal pembagian pendapatan, kesejahteraan pemain, serta ruang partisipasi dalam pengelolaan turnamen. (bbc/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·