Petaka El Nino Menggila, Kapal-Kapal Mulai Dibatasi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

El Niño parah memaksa Otoritas Terusan Panama membatasi pelintasan kapal menjadi 34 per hari, lampau 32 mulai 15 September 2026.

Para nelayan dari pelabuhan La Boca memuat tangki bensin ke atas perahu saat kapal berbendera Liberia, MSC ILLINOIS VII, melintasi Terusan Panama di tengah penurunan permukaan air akibat kurangnya curah hujan nan mengenai dengan El Nio, di Panama Cit

Para nelayan dari Pelabuhan La Boca memuat tangki bensin ke atas perahu saat kapal berbendera Liberia, MSC ILLINOIS VII, melintasi Terusan Panama di Panama City, Panama. Aktivitas tersebut berjalan ketika permukaan air terus menurun akibat minimnya curah hujan nan berangkaian dengan El Niño. Kondisi ini mendorong otoritas setempat membatasi jumlah kapal nan dapat melintas setiap hari lantaran dikhawatirkan mengganggu operasional jalur pelayaran vital tersebut. (REUTERS/Enea Lebrun)

Seorang wanita memotret kapal MSC ILLINOIS VII berbendera Liberia saat melintasi Terusan Panama di dekat Bridge of the Americas, di tengah penurunan permukaan air akibat kurangnya curah hujan nan dikaitkan dengan El Niño, di Panama City, Panama, pada 4 September 2026.

Mulai Jumat (4/9/2026), jumlah pelintasan dibatasi menjadi 34 kapal per hari, kemudian turun menjadi 32 kapal mulai 15 September. Sebelumnya, rata-rata 35-36 kapal dapat melintasi Terusan Panama setiap hari. (REUTERS/Enea Lebrun)

Kapal peti kemas MSC CONAKRY IV melintasi Pintu Air Miraflores di Terusan Panama, di tengah penurunan permukaan air akibat kurangnya curah hujan nan mengenai dengan El Niño, di Panama City, Panama, pada 4 September 2026.

Pembatasan dilakukan setelah curah hujan pada Mei hingga Agustus 2026 tercatat 34% di bawah rata-rata historis. Sementara itu, aliran air dari wilayah tangkapan air merosot 44% di bawah tingkat normal, dengan Juni menjadi bulan terkering nan pernah tercatat. (REUTERS/Enea Lebrun)

Kapal tanker LPG NANTES meninggalkan Pintu Air Miraflores di Terusan Panama di tengah penurunan permukaan air akibat kurangnya curah hujan nan mengenai dengan El Niño, di Panama City, Panama, pada 4 September 2026.

Administrator Terusan Panama Ricaurte Vasquez mengatakan El Niño tahun ini berpotensi berjalan lebih lama dibandingkan kejadian sebelumnya. Kondisi tersebut membikin otoritas kembali menerapkan pembatasan kapabilitas seperti nan dilakukan saat kekeringan pada 2023-2024. (REUTERS/Enea Lebrun)

Para pekerja Terusan Panama melangkah di sepanjang pintu air Miraflores saat kapal peti kemas MSC CONAKRY IV melintasi Terusan Panama, di tengah penurunan permukaan air akibat kurangnya curah hujan nan dikaitkan dengan El Niño, di Panama City, Panama, pada 4 September 2026.

Otoritas juga menunda rencana pengurangan pemisah kedalaman sarat air (draft) maksimum. Langkah ini memungkinkan kapal nan tetap melintas membawa lebih banyak muatan untuk mengimbangi berkurangnya jumlah pelintasan. (REUTERS/Enea Lebrun)

Sebuah pemandangan dari drone memperlihatkan kapal peti kemas kelas Neopanamax berbendera Liberia, MSC ELENOIRE, sedang melintasi Terusan Panama di pintu masuk sisi Atlantik—di tengah penurunan permukaan air akibat kurangnya curah hujan nan mengenai dengan El Niño—di Panama City, Panama, pada 4 September 2026.

Sebelumnya, pada Mei, pengelola Terusan Panama berjanji tidak bakal membatasi pelintasan kapal tahun ini. Namun, memburuknya kondisi cuaca dan prakiraan El Niño nan dapat semakin menekan curah hujan membikin kebijakan tersebut diubah demi menjaga keberlanjutan jalur pelayaran dan pasokan air setempat. (REUTERS/Enea Lebrun)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News