Air Terjun Gunung Rambutan di Trans Kalimantan terletak di Batu Sopang, Kabupaten Paser(MI/Denny Susanto)
MELINTASI alur darat Trans Kalimantan nan menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim), pelancong bakal disuguhi pemandangan lanskap perbukitan hijau rimba tropis nan memanjakan mata. Salah satu titik nan sekarang menjadi primadona bagi para pengguna jalan adalah Air Terjun Gunung Rambutan. Terletak di wilayah Batu Sopang, Kabupaten Paser, air terjun setinggi kurang lebih 25 meter ini membelah lereng perbukitan tepat di tepi jalan raya.
Bagi traveler nan menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari Kota Banjarbaru (Ibu Kota Kalsel) alias 1,5 jam dari rest area Gunung Halat, keberadaan air terjun ini bak oase. Suara gemericik air dan hawa sejuk menjadi obat penawar capek nan ampuh.
Oase di Tepi Jalan Nasional
Berbeda dengan air terjun pada umumnya nan mengharuskan visitor masuk jauh ke dalam hutan, Air Terjun Gunung Rambutan sangat mudah diakses. Lokasinya nan persis di pinggir jalan membikin siapa pun bisa singgah tanpa dipungut biaya namalain gratis.
"Ternyata memang cukup bagus ya air terjunnya. Apalagi ada di tepi jalan, tidak perlu masuk ke rimba seperti air terjun kebanyakan," ungkap Wartono, seorang pelancong asal Kalsel nan baru pertama kali melintasi jalur ini menuju Balikpapan.
Banyak visitor nan memanfaatkan momen singgah untuk berfoto, menikmati percikan air, hingga merendam kaki di kolam alami. Keramaian ini pun membawa berkah bagi penduduk sekitar nan membuka warung makanan dan minuman di sekitar lokasi.
PERINGATAN KESELAMATAN:
Meski mempesona, area Gunung Rambutan dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan. Kontur jalan nan menanjak curam dan berkelok tajam menuntut konsentrasi tinggi, terutama saat berhadapan dengan truk logistik berbadan besar.
Minim Pengelolaan dan Fasilitas
Dibalik potensinya nan besar sebagai lokasi wisata ikonik, pengelolaan Air Terjun Gunung Rambutan dinilai tetap minim. Fasilitas dasar seperti sanitasi alias MCK di area ini terpantau kurang terawat, serupa dengan kondisi di rest area Gunung Halat.
Selain masalah fasilitas, aspek alam juga menjadi tantangan. Saat puncak musim hujan, debit air terjun bisa meningkat drastis. "Di jalur ini kita memang kudu lebih hati-hati. Selain jalan nan padat dan menanjak, jika hujan deras aliran air bisa mencapai jalan raya dan rawan longsor," tutur Nauval, seorang pengemudi asal Banjarbaru.
Keberadaan Air Terjun Gunung Rambutan menjadi bukti kekayaan alam Kalimantan nan luar biasa. Namun, tanpa pengelolaan ahli dan perhatian pada aspek keselamatan jalan, potensi wisata ini dikhawatirkan tetap menjadi sekadar tempat singgah darurat nan menyimpan akibat bagi pengguna jalan. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·