Peserta Terbaik Seleksi Akpol 2026 Belajar 5,5 Jam Per Hari-Lari 150 Km Sepekan

Sedang Trending 21 jam yang lalu

Jakarta -

Jonathan Putra Siregar merupakan peserta Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 nan mendapat nilai rata-rata tertinggi dibandingkan 403 peserta lainnya. Jonathan mengaku perjuangannya mempersiapkan diri mengikuti proses rekrutmen dengan disiplin belajar dan keras berlatih fisik.

Calon taruna asal Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) itu mempelajari kemungkinan soal-soal akademik dari banyak sumber. Di antaranya pengarahan belajar (bimbel) online, soal-soal nan tersedia di internet, hingga dia memanfaatkan kepintaran buatan (artificial intelligence alias AI) untuk membikin sendiri soal-soal latihan bahasa Inggris dengan tingkat kesulitan tinggi.

"Kiat-kiat nan saya lakukan di antaranya adalah dengan persiapan mandiri. Sumber belajar saya bermacam-macam, mandiri, itu dari online," kata Jonathan kepada detikcom di Auditorium Cendikia pada Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk bahasa Inggris saya bikin soal sendiri dengan support artificial intelligence," sambung dia.

Jonathan Putra merupakan peserta Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 nan mendapat nilai rata-rata tertinggi dibandingkan 403 peserta lainnya. (Audret/detikcom).Foto: Jonathan Putra merupakan peserta Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 nan mendapat nilai rata-rata tertinggi dibandingkan 403 peserta lainnya. (Audrey/detikcom).

Jonathan mengaku sengaja menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk saat seleksi tingkat pusat. Ia mendengar bahwa materi ujian jauh lebih susah dibanding seleksi di tingkat daerah.

"Saya menyiapkan segala kemungkinan terburuk lantaran saya dengar soalnya susah. Jadi saya latihan dengan soal-soal level paling sulit," ujar Jonathan.

Saban hari, pemuda nan memilih gap year setelah lulus SMA demi menjadi taruna Akpol ini menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar akademik. Ia membagi waktu belajar menjadi tiga sesi.

"Saya belajar jam 08.00-12.00 siang, lampau 13.00-14.30 sore, lampau pukul 19.00-21.00 malam. Kebanyakan sumber belajar saya dari internet dan belajar secara mandiri," jelas dia.

Disiplin nan sama juga diterapkannya saat mempersiapkan fisiknya untuk tes kesamaptaan jasmani. Jonathan menyusun sendiri program latihannya dengan mempelajari beragam video rekomendasi di media sosial, salah satunya YouTube.

"Latihan bentuk saya lakukan sendiri dengan intensif, tidak ada mentor. Saya hanya berlatih berdikari dengan sumber pengetahuan dari medsos dan youtube, video-video langkah drill running, drill push up, drill sit up nan menunjang lari saya sehingga dapat 3.575 meter dalam 12 menit.," terang anak peternak ayam pedaging ini.

Latihan dilakukan dua kali setiap hari. Pada pagi hari dia berlatih mulai pukul 05.00 hingga sekitar pukul 06.30 WIB, lampau ore harinya mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB.

"Latihan bentuk jam 05.00 sampai jam 06.00 alias 6.30 pagi lampau jam 16.00-17.30 sore. Saya biasanya intensitas larinya dalam seminggu minimal 80 km, maksimal 150 km per minggu," sebut Jonathan.

Diketahui dalam tes lari selama 12 menit, Jonathan bisa menempuh jarak 3.575 meter alias delapan putaran lebih 375 meter. Jonathan juga meraih nilai Tes Potensi Akademik (TPA) 72 dan Tes Bahasa Inggris 82.

Pada kesempatan terpisah, Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Anwar sebelumnya menyebut keahlian bentuk para peserta tahun ini mengalami peningkatan nan signifikan. Bahkan terdapat 20 peserta nan bisa menembus jarak 3.200 meter dalam waktu 12 menit.

"Bayangkan kekuatan fisiknya. Artinya mereka serius betul mempersiapkan diri," pungkas Irjen Anwar.

(aud/whn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News