Rais Aam PBNU Miftakhul Akhyar (tengah) menuruni panggung didampingi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (ketiga kiri atas), Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (kanan), Rais Syuriah PBNU Muhammad Nuh (kedua kanan), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (ketiga( ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
GUBERNUR Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa berambisi Muktamar ke-35 NU menghasilkan keputusan strategis nan memperkuat organisasi sekaligus memberi faedah lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Muktamar nan berjalan pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, dinilai Khofifah menjadi momentum bagi NU untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah menghadapi tantangan zaman.
“Semoga Muktamar NU ini menjadi momentum kebaikan bagi NU. Momentum untuk semakin mensolidkan organisasi, memperkuat persaudaraan umat, dan bersama-sama mewujudkan NU sebagai bagian strategis dalam memajukan bangsa,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Jumat (28/8).
Menurut Khofifah, soliditas menjadi modal krusial bagi NU untuk menjalankan khidmat organisasi di tengah perubahan sosial nan cepat. Namun, keahlian beradaptasi kudu tetap melangkah tanpa meninggalkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi keulamaan.
“Bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap menjadi pijakan, tetapi pada saat nan sama, NU bisa menjawab beragam persoalan baru nan dihadapi masyarakat dan bangsa. Ini menjadi tantangan sekaligus ruang pengabdian NU ke depan,” katanya.
Ia menyebut perkembangan teknologi dan ekonomi digital, perubahan iklim, bingkisan demografi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga dinamika geopolitik sebagai tantangan nan memerlukan respons NU.
Khofifah juga berambisi Muktamar melahirkan kepemimpinan nan bisa menjaga persatuan dan melindungi seluruh komponen organisasi. Perbedaan pandangan, kata dia, merupakan perihal wajar, tetapi kudu tetap ditempatkan dalam kerangka persaudaraan dan kepentingan bersama.
“Soliditas dan persatuan kudu menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa,” tuturnya.
Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Selain konsolidasi organisasi, Khofifah mendorong penguatan ekonomi penduduk Nahdliyin melalui UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah, dan sektor produktif lainnya.
“Warga Nahdliyin kudu semakin berdaya, berdikari dan produktif. Ini bisa dilakukan melalui UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah maupun penguatan sektor-sektor produktif,” katanya.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi penduduk dapat memperkuat kesejahteraan sekaligus ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Khofifah juga meminta peran NU sebagai kekuatan moderasi terus diperkuat melalui nilai toleransi, kerukunan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan.
“Semangat moderasi ini kudu terus dirawat sebagai bagian dari kontribusi NU bagi Indonesia,” katanya.
Ia berambisi seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berjalan sejuk, demokratis, dan penuh kekeluargaan. Setiap keputusan nan dihasilkan diharapkan tidak hanya menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, tetapi juga memberikan faedah bagi bangsa.
“Mudah-mudahan Muktamar NU menghasilkan keputusan terbaik, memperkuat persatuan, menjaga tradisi keulamaan, sekaligus membawa NU semakin responsif terhadap tantangan zaman. Semoga NU semakin kuat dan semakin besar kontribusinya untuk kemajuan bangsa Indonesia,” harapnya. (P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·