Perusahaan Maskapai RI Minta Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Perang

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Perusahaan Maskapai RI Minta Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Perang

Perusahaan Maskapai RI Minta Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Perang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi maskapai penerbangan nasional alias Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendesak pemerintah untuk segera menyesuaikan tarif penerbangan domestik menyusul tekanan biaya operasional akibat bentrok geopolitik di Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran.

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto menyatakan, bentrok antara Amerika Serikat–Israel dan Iran telah memicu ketidakpastian ekonomi global, nan berakibat langsung pada industri penerbangan. Kenaikan nilai minyak bumi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi aspek utama nan mendorong lonjakan biaya maskapai.

“Sebagian besar biaya operasional maskapai menggunakan dolar AS, sementara pendapatan dalam rupiah. Kondisi ini semakin membebani finansial maskapai nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

INACA mencatat nilai minyak dunia per Maret 2026 melonjak sekitar 57 persen, dari sebelumnya 70 dolar AS per galon menjadi 110 dolar AS per galon. Kenaikan tersebut berakibat pada nilai avtur di dalam negeri nan sekarang berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.500 per liter, naik hingga nyaris 50 persen dibandingkan 2019.

Selain itu, nilai tukar Rupiah nan sekarang menyentuh sekitar Rp17.000 per dolar AS juga memperparah tekanan biaya, mengingat sekitar 70 persen komponen operasional maskapai menggunakan mata duit asing.

Tidak hanya dari sisi biaya bahan bakar, akibat bentrok juga dirasakan pada operasional penerbangan internasional. Sejumlah maskapai kudu mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari wilayah bentrok di Timur Tengah dan Eropa, sehingga jarak tempuh menjadi lebih panjang dan biaya operasional meningkat.

Gangguan rantai pasok suku cadang pesawat turut memperburuk kondisi. Waktu pengiriman spare parts nan sebelumnya hanya 2–3 hari sekarang bisa mencapai 7–10 hari, dengan biaya logistik nan lebih tinggi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com