Bareskrim Polri menangkap Frans Antoni, orang dekat bandar narkoba Fredy Pratama nan diduga berkedudukan sebagai pengendali finansial sekaligus operasional jaringan narkotika tersebut.
Frans diamankan tim delegasi Polri nan terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berbareng Divisi Hubungan Internasional Polri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6) pukul 07.30 waktu setempat. Ia kemudian dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bareskrim Polri pada Jumat (19/6).
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkapkan, selama buron Frans kerap berpindah-pindah tempat di Thailand untuk menghindari pencarian aparat.
“Kami menginfokan DPO Frans Antoni selama melarikan diri modusnya pindah-pindah tempat selama di thailand. dalam pelariannya, Frans Antoni dibantu oleh orang suruhan dari jaringan Fredy Pratama nan merupakan WN Thailand,” kata Eko, Jumat (19/6).
Menurut Eko, pergerakan Frans sempat termonitor dari area elite di Bangkok hingga akhirnya menetap cukup lama di wilayah Narasiri, Thailand.
“Frans Antoni sempat berpindah-pindah tempat kami monitor mulai dari wilayah Phatthanakan tempat elite di kota Bangkok Thailand sampai akhirnya menetap kurang lebih selama 2 tahun di wilayah Narasiri, Thailand,” ujarnya.
Tak hanya saat berada di Thailand, Frans juga disebut mendapat support dari jaringan Fredy Pratama saat menyeberang secara terlarangan ke Malaysia.
“Frans Antoni juga dibantu oleh orang suruhan dari Fredy Pratama pada saat memasuki wilayah Malaysia secara terlarangan sebelum akhirnya sukses diamankan oleh tim delegasi Polri, di Kuala Lumpur,” lanjut Eko.
Dalam sindikat Fredy Pratama, Frans disebut memegang peran penting. Ia diduga menjadi pengendali keuangan, pengendali lapangan, hingga pengendali operasional.
“Peranan Frans Antoni dia merupakan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika ketua Freddy Pratama,” kata Eko.
Saat ini Bareskrim tetap melakukan pemeriksaan intensif terhadap Frans untuk menelusuri aliran biaya dan jaringan nan tetap aktif.
“Rencana kami selanjutnya, ini baru datang. Akan dilakukan pemeriksaan intensif dan proses investigasi lanjutan di Bareskrim Polri untuk mengembangkan kasus ini lebih luas,” tutup Eko.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·