Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |14:19 WIB

Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. (foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. Capaian tersebut tidak hanya melampaui ekspektasi, tetapi juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi China nan mencapai 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen pada periode nan sama.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga nan tetap kuat, shopping pemerintah nan meningkat signifikan, serta berlanjutnya investasi dan ekspor. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, keahlian tersebut menunjukkan bahwa permintaan domestik tetap menjadi penyangga utama perekonomian nasional.
Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Trisha Indraswari, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu nan tertinggi di antara negara-negara nan telah merilis info ekonomi triwulan II 2026.
"Pertumbuhan 5,29 persen merupakan berita baik dan menunjukkan bahwa fondasi permintaan domestik tetap cukup kuat. Di antara negara nan telah merilis info triwulan II, pertumbuhan Indonesia lebih tinggi dibandingkan China nan tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi nan tumbuh 4,8 persen. Capaian ini perlu dijadikan injakan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan sekaligus memperluas dampaknya terhadap pendapatan, pembuatan pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat pada semester II," ujar Trisha.
Menurut GREAT Institute, capaian tersebut tidak terlepas dari beragam kebijakan pemerintah pada semester I 2026, seperti strategi frontloading shopping negara, stabilisasi nilai daya di tengah gejolak global, serta beragam stimulus konsumsi nan menjaga daya beli masyarakat. Pertumbuhan pada triwulan II dinilai menjadi modal krusial untuk mengonsolidasikan perekonomian pada semester II 2026.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·