Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro dengan Omzet Total Rp 2,7 Miliar

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Arifianto (kanan) saat mengunjungi stand upaya peserta peserta UMiMAX di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta pada Selasa (7/4). Foto: Dok. Pertamina

Hidup Ristianti serasa runtuh ketika dia kehilangan pekerjaannya sebagai guru. Apalagi disusul dengan sang suami nan juga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Agar dapur kembali mengepul, Ristianti jualan kue kecil-kecilan. Sementara suaminya menjadi driver ojek daring.

Harapan baru kembali menyala saat dia berasosiasi dengan UMiMAX, nan membekalinya dengan gerobak warkop serta training dan pembimbingan usaha. Kini, dari seorang pembimbing nan kehilangan arah, dia beralih bentuk menjadi pengusaha ultra mikro berdikari dengan omzet jutaan rupiah, hingga bisa menjamin pendidikan anak-anaknya.

Ristianti adalah satu dari 168 peserta program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) nan "diwisuda" Pertamina menjadi wirausahawan nan siap berkembang. Program UMiMAX dirancang untuk membantu masyarakat ekonomi lemah dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK), untuk menjadi pelaku upaya ultra mikro nan mandiri.

Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Arifianto, mengungkap program ini telah melangkah sejak Desember 2025 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Pertamina dan menjadi golongan awal nan diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan upaya ultra mikro.

“Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, training dan pendampingan usaha,” ujar Rudi, di tengah seremoni wisuda peserta UMiMAX di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta, Selasa 7 April 2026.

Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Arifianto (kanan) saat mengunjungi stand upaya peserta wisuda UMiMAX dalam membantu masyarakat korban PHK di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta pada Selasa (7/4). Foto: Dok. Pertamina

Program UMiMAX saat ini menjangkau enam wilayah, ialah Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung. Terdiri dari 65 upaya warmindo (warung makan Indomie), 63 upaya kopling (kopi keliling), dan 40 upaya mini ATM (anjungan tunai mandiri).

"Dari program ini, para peserta bisa mencatatkan rata-rata omzet bulanan sekitar Rp 30 juta, apalagi beberapa di antaranya sukses meraih untung lebih dari Rp 10 juta per bulan. Total pendapatan seluruh peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai Rp 2,75 miliar. Membukukan untung bersih hingga 858 juta rupiah. Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX," tambah Rudi.

Vice Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa program UMiMAX merupakan inisiatif Pertamina dalam memberdayakan pelaku upaya ultra mikro sehingga bisa berkembang, berdikari dan naik kelas.

“Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra upaya ultra mikro dalam mengikuti program UMiMAX. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku upaya lainnya untuk terus mengembangkan wawasan dan kapabilitas upaya sehingga bisa menjadi wirausaha nan andal,” ujar Muhammad Baron.

Untuk tahun 2026, Pertamina bakal memperluas jangkauan program dengan sasaran menjaring hingga 1.000 peserta di beragam wilayah Indonesia. Fokus utama tetap pada wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi serta masyarakat berpenghasilan rendah. Proses pemetaan wilayah bakal dilakukan secara jeli berasas info tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).

Salah satu peserta UMiMAX, Tasya Putri Nabilah, mengungkap program ini bukan hanya meningkatkan pendapatan saja, namun juga bisa menyekolahkan adik hingga ke perguruan tinggi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, atas program ini saya tadinya nyaris putus kuliah. Namun sejak berasosiasi dengan UMiMAX, saya sukses menyelesaikan kuliah dan menyekolahkan adik saya nan baru saja masuk perguruan tinggi,” tutupnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bagian transisi energi, berkomitmen dalam mendukung sasaran Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program nan berakibat langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina nan berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan upaya dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini upaya dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan