Cilacap -
Konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi semakin meningkat setiap tahunnya sehingga berakibat pada anggaran subsidi energi. PT Pertamina Patra Niaga berupaya untuk mengurangi beban finansial negara tersebut.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan pihaknya tengah gencar memberikan edukasi kepada konsumen agar beranjak ke produk-produk non subsidi, seperti Bright Gas. Pihaknya mau agar LPG bersubsidi hanya digunakan untuk masyarakat menengah ke bawah, dengan begitu pihaknya bisa mengurangi jumlah anggaran subsidi dari negara.
"Kita juga harapkan secara peruntukan sebenarnya ini adalah digunakan untuk mungkin masyarakat alias konsumen nan kelas menengah ke atas. Jadi ini salah satu tujuan untuk bisa mengurangi beban negara dalam perihal beban APBN khususnya untuk subsidi dan kompensasi," ujar Eko dalam aktivitas Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu contoh upaya edukasi nan dilakukan adalah membikin aktivitas di Hari Pelanggan Nasional 2026. Pertamina menggelar aktivitas memasak dengan membagikan 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara kepada pelanggan. Seluruh hidangan dimasak berbareng menggunakan Bright Gas oleh pelanggan, pelaku UMKM, dan komunitas, kemudian dibagikan secara cuma-cuma melalui SPBU, panti asuhan, serta lembaga sosial.
Kegiatan memasak serentak ini berjalan di delapan kota di Indonesia, ialah Jakarta, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura.
"Jadi kami mengerti bahwa dengan semakin tingginya konsumsi BBM maupun LPG PSO itu juga otomatis berakibat kepada beban negara terhadap penggunaan APBN untuk subsidi dan kompensasi," tambah Eko.
Sebelumnya, info Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi volume LPG 3 kg pada 2025 mencapai 8,52 juta metrik ton. Angka ini naik dari kuota APBN sebesar 8,17 juta metrik ton. Sementara pada 2024, volume realisasi LPG 3 kg mencapai 8,23 juta metrik ton. Realisasi tersebut sudah melampaui kuota APBN 2024 mencapai 8,03 juta metrik ton.
(rea/hal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·