Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG di Sorong Berjalan Lancar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang dan Hasan Nasbi melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat Daya untuk memastikan kesiapan dan pengedaran energi, khususnya BBM dan LPG di wilayah Kota Sorong melangkah dengan baik. Peninjauan dilakukan di SPBU COCO 81 984 01 serta pemasok LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri.

Hasan menyampaikan secara umum pelayanan di SPBU COCO 81 984 01 Jalan Ahmad Yani, Kota Sorong melangkah baik meskipun tetap terdapat sejumlah catatan perbaikan.

"Secara umum sudah melangkah dengan baik, tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi juga tepat sasaran. Namun, ada beberapa perihal nan perlu diperbaiki oleh Patra Niaga, seperti pembatas toilet, perbaikan tangki pendam, serta beberapa SOP lainnya," ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, rombongan mengunjungi pemasok LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri. Dari hasil pemantauan, pasokan LPG di pemasok tersebut dinilai kondusif tanpa adanya kelangkaan. Hasan memastikan secara keseluruhan kesiapan BBM dan LPG di Papua Barat Daya tetap terjaga.

"Di pemasok ini tidak ada kelangkaan, suplai tersedia apalagi hingga 15 hari ke depan, dan sebelum lenyap sudah ada pasokan baru nan datang. Insyaallah pasokan daya di wilayah ini bisa terus terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga," kata Hasan.

Sementara itu, Nanik menyoroti kondisi masyarakat nan dinilai tetap tenang dan kondusif di tengah kenaikan nilai BBM dan LPG. Meski begitu, stabilitas nilai BBM di Papua memberikan akibat positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dan Pertamina dalam menjaga nilai agar tetap stabil.

"Masyarakat sangat tenang, tidak ada gejolak. Program BBM satu nilai ini luar biasa, apalagi di wilayah timur seperti Papua. BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada saat kenaikan BBM di negara lain, Indonesia tetap bertahan. Pertamina betul-betul menjalankan kegunaan sebagai agent of development, saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa kondusif bagi masyarakat," kata Nanik.

Nanik juga mengungkapkan tingkat ketahanan stok BBM di Sorong apalagi lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa. Dengan kondisi pasokan nan kondusif serta pengedaran nan terkendali, Pertamina optimistis kebutuhan daya masyarakat di Papua Barat Daya dapat terus terpenuhi dengan baik.

"Di Jawa stok sekitar 10 hari, sementara di Sorong bisa mencapai 20 hari. Ini memberikan rasa kondusif bagi masyarakat, semoga bukan hanya di Sorong saja. Tapi di seluruh wilayah Papua juga kondusif stoknya," tutup Nanik.


(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance