Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan ekosistem daya dan mobilitas berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung sasaran Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
Upaya tersebut dilakukan melalui beragam inisiatif transisi daya nan terintegrasi di sektor transportasi nasional. Komitmen itu ditegaskan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, dalam aktivitas Studium Generale Sustainability berjudul 'Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition' nan digelar Universitas Pertamina di Jakarta, Kamis (21/5).
Kegiatan Studium Generale Sustainability merupakan kuliah umum nan menghadirkan akademisi global, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lintas sektor. Forum ini digelar untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai tantangan dan kesempatan transisi energi.
Forum tersebut juga menjadi ruang kerjasama antara bumi akademik dan industri dalam mendorong solusi nyata menuju pembangunan rendah karbon dan mobilitas berkepanjangan di Indonesia.
Dalam paparannya, Agung menjelaskan Pertamina mengambil peran aktif dalam transisi daya jangka panjang melalui kesiapan teknologi, penguatan ekosistem, serta sinergi lintas sektor.
"Seluruh upaya ini kami arahkan untuk mendukung pencapaian sasaran Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060, sebagaimana menjadi komitmen kuat Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).
Di sektor transportasi darat, Pertamina memperkuat ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) melalui pembangunan charging station dan battery swapping berbareng Indonesia Battery Corporation (IBC).
Selain itu, Pertamina tengah membangun pabrik bioetanol terintegrasi di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini terhubung dengan area perkebunan tebu lokal untuk menjamin pasokan bahan baku secara berkepanjangan sekaligus memperkuat ketahanan daya domestik.
Sementara di sektor transportasi laut, Pertamina mendorong efisiensi daya melalui pemanfaatan dual fuel, pengembangan green ammonia, hingga penemuan pemasangan panel surya di dek kapal untuk mendukung kebutuhan kelistrikan armada secara mandiri.
Di sektor penerbangan, Pertamina melalui Pelita Air turut mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Bahan bakar ramah lingkungan ini memanfaatkan bahan baku used cooking oil alias minyak jelantah sebagai salah satu solusi pengurangan emisi karbon di industri aviasi global.
Sejalan dengan perihal tersebut, Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menegaskan transisi daya memerlukan kerjasama erat antarpemangku kepentingan agar bisa menghadirkan solusi nan sesuai dengan kebutuhan nasional.
"Transisi daya tidak dapat dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah. Dibutuhkan kerjasama erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi nan relevan dengan kebutuhan lokal. Universitas Pertamina berkomitmen menjadi jembatan nan menghubungkan riset, inovasi, pengembangan SDM, dan tindakan nyata guna mendukung terciptanya ekosistem daya berkepanjangan di Indonesia," ujar Djoko.
Guru Besar dari University of Southern California (USC) Sol Price, Prof. Marlon Boarnet, nan datang sebagai pembicara utama, memaparkan bahwa bumi saat ini tengah berada pada fase awal transformasi mobilitas hijau.
Menurut Prof. Marlon, komoditas seperti biofuel dan drop-in fuels mempunyai peran krusial sebagai jembatan transisi. Sementara untuk sektor nan lebih susah didekarbonisasi, seperti pelayaran laut, dibutuhkan solusi daya dengan kerapatan alias densitas tinggi seperti green ammonia.
Ia juga mengingatkan transisi daya bukan lagi sekadar persoalan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah menjadi transformasi industri dunia nan perlu dihadapi melalui kerjasama erat.
Merespons dinamika dunia tersebut, Pertamina berkomitmen terus mempertajam scenario planning dan strategi transformasi bisnis. Agung menegaskan seluruh proses transformasi ini bakal dijalankan secara terencana, bertahap, dan berkepanjangan demi menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi masa depan.
(prf/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·