Pertamina dan Toyota Bakal Bangun Pabrik Bioetanol, Ini Lokasinya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengungkapkan rencana pembangunan pabrik bioetanol kerjasama antara Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dengan raksasa otomotif asal Jepang, Toyota.

Pembangunan pabriknya direncanakan berlokasi di Provinsi Lampung.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan proyek tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan daya domestik, sekaligus menekan ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dia menjelaskan, Lampung dipilih sebagai letak pabrik bioetanol lantaran potensi kesiapan bahan baku alias feedstock nan sangat melimpah di wilayah tersebut, mulai dari tebu hingga ubi.

"Karena di Lampung seperti kita ketahui bersama, di sana ada penanaman besar tebu. Dan juga ada penanaman ubi dan feedstock-feedstock nan lain. Jadi kelak ini rencananya selain pembangunan plan juga kelak ada rencananya juga untuk pembangunan apa namanya penanaman daripada support team feedstock-nya ialah sorgum," jelasnya di Kantor BKPM, Jakarta, dikutip Selasa (21/4/2026).

Pembangunan akomodasi ini direncanakan mempunyai kapabilitas produksi sebesar 60.000 kilo liter (kl) per tahun pada tahap awal. Langkah tersebut dipersiapkan untuk menyediakan kebutuhan bahan bakar ramah lingkungan seiring dengan rencana mandatori pencampuran bioetanol pada bensin.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan support penuh terhadap pengembangan bioetanol, antara lain melalui kebijakan mandatori pencampuran bioetanol pada BBM bensin, dengan roadmap campuran bioetanol 5% (E5) pada 2026-2027, lampau naik menjadi 10% (E10) pada 2028-2030, hingga sasaran jangka panjang menuju E20.

"Tentunya kita melakukan ini dalam kerangka memang kita kudu mem-prepare andaikan kelak masuk dalam mandatori E10 itu negara kita juga siap untuk dalam mem-provide kebutuhan etanolnya," jelas Todotua.

Adapun kerja sama antara Pertamina dan Toyota ini difokuskan pada pengembangan pabrik bioetanol dengan teknologi 2G alias second generation berbasis multi-feedstock, nan memanfaatkan sumber daya domestik seperti biomassa kelapa sawit, jagung, dan sorgum.

Menurutnya, kerjasama antara Pertamina dan Toyota menjadi sinergi antara BUMN dan penanammodal dunia dalam membangun ekosistem daya masa depan di Indonesia. Dengan adanya kesepakatan ini, proses kerja sama telah bergerak mulai dari tahap penjajakan menuju tahap nan lebih konkret dan terukur, sehingga memberikan arah nan lebih jelas bagi realisasi proyek.

"Program ini sebenarnya sudah kita jalankan dari tahun kemarin. Tetapi kita silent memang development-nya. Sudah ada rencana kooperasinya antara Pertamina New Renewable Energy dengan Japanese Group. Dalam perihal ini kelak nan bakal ditunjuk adalah Toyota Tsusho nan bakal menjadi partner," ungkapnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News