Pertamax Naik, Pengendara Rela Antre Isi BBM Pertalite Subsidi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pertamax Naik, Pengendara Rela Antre Isi BBM Pertalite Subsidi Pengendara motor, mobil dan becak motor terpaksa antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah pemerintah melalui Pertamina Patra Niaga menaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pertamax RON 92 seharga Rp16.250 per liter.(MI/KRISTIADI)

PENGENDARA motor, mobil dan becak motor di beragam wilayah termasuk Tasikmalaya, Jawa Barat terpaksa antre di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah pemerintah melalui Pertamina Patra Niaga menaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pertamax RON 92 seharga Rp 16.250 per liter. Kenaikan tersebut, tanpa adanya pemberitahuan membikin pengendara kudu rela antre melakukan pengisian.

Pantauan di sejumlah SPBU antrean motor, mobil, becak motor, sejak pagi dan siang tetap terjadi hingga mereka kudu rela menunggu giliran untuk pengisian dengan memerlukan waktu cukup lama. Namun, pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite subsidi menjadi buruan terutama mobil keluaran baru seperti CR-V, BR-V, Innova, Avanza, Wulling dan kendaraan lainnya.

Seorang pengendara mobil, Yanyan, 55, penduduk Singaparna mengatakan, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pertamax RON 92 dilakukan pemerintah tanpa ada pemberitahun dan membikin banyak pengendara kudu antre mengisi pertalite seharga Rp 10.000 per liter. Pengisian BBM subsidi dilakukan secara terpaksa, lantaran pertamax RON 92 dijual sangat mahal dan tidak seimbang dengan penghasilan.

"Kami sering memakai pertamax RON 92 nonsubsidi seharga Rp 12.300 perliter dan memang nyaman pada mesin, setelah naik terpaksa kudu membeli pertalite subsidi seharga Rp 10.000 perliter. Karena, nilai murah ini sayang pada mesin kendaraan tapi kudu gimana lagi perekonomian kita sedang tidak baik-baik saja," ujar Yanyan, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Solihin, 47, penduduk Cempaka, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya mengatakan, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax RON 92 nan dilakukan oleh pemerintah melalui Pertamina Patra Niaga tidak ada info di tengah masyarakat Jabar pusing mengenai seleksi penerimaan siswa baru (SPMB) dan diperpanjangnya Pemetaan calon siswa baru (PCMB). 

"Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bakal menjadi beban bagi masyarakat terutama kalangan bawah hingga sedang lantaran pemilik mobil keluaran baru sudah antre isi pertalite subsidi di sejumlah SPBU. Namun, semua kendaraan tersebut sudah banyak dan mereka memanfaatkan pertalie hingga setiap SPBU dipastikan setiap harinya bakal banyak antrean," katanya

Sementara itu, petugas SPBU mengatakan, kenaikan pertamax RON 92 memang sejak kemarin banyak mobil beranjak memakai pertalite lantaran nilai murah. Namun, beberapa mobil keluaran baru sebelum kenaiakan mereka mengisi BBM nonsubsidi seharga Rp 12.300 perliter dan setelah naik malah mereka rela melalui antrean.

"Kendaraan dengan bahan bakar minyak setiap SPBU di Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, Pangandaran, termasuk wilayah lain memanfaatkan pertalite lantaran harganya murah. Pengisian BBM memerlukan waktu cukup lama, dan peralihan tersebut lantaran penduduk mau lebih murah," pungkasnya.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia