Pertamax Naik, Damkar Yogya Tak Mau Lagi Tangani Pasutri Ribut

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta menyatakan bakal lebih selektif lagi dalam menerima dan merespons kejuaraan alias permintaan pertolongan dari masyarakat.

Alasannya, kenaikan nilai bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex membikin operasional Damkar makin terdampak setelah sebelumnya telah terpengaruh efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid menuturkan, jasa kedaruratan tetap menjadi prioritas pihaknya. Seleksi hanya menyasar layanan-layanan non kedaruratan alias laporan nan sejatinya secara tugas, pokok dan kegunaan (tupoksi) menjadi kewenangan alias sektor lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, kata Taokhid, selama ini pihaknya cukup sering menangani beragam laporan tak sesuai tupoksi. Macam masalah rumah tangga seperti perselisihan suami-istri, hal-hal nan berangkaian dengan ketenteraman dan ketertiban umum, sosial, apalagi Penyemprotan pascapenyembelihan hewan kurban.

"Lumayan banyak (aduan tak sesuai tupoksi)," kata Taokhid saat dihubungi, Selasa (16/6).

Taokhid berujar, kejuaraan masyarakat nan tak sesuai tupoksi Damkar akan dialihkan ke lembaga berwenang. Baginya, ini juga menjadi langkah edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami peran dan tanggung jawab setiap lembaga.

"Sehingga tidak setiap jasa masuknya ke mesti damkar," tuturnya.

Bagaimanapun, Taokhid menekankan bahwa jasa kedaruratan, baik kebakaran maupun kejadian nonkebakaran, tetap jadi prioritas damkar. Evakuasi reptil alias ular masuk rumah, cincin tersangkut di jari juga tetap bakal ditindaklanjuti.

Taokhid menerangkan, muara dari ini semua adalah kebijakan efisiensi anggaran nan turut dialami organisasi perangkat wilayah (OPD) lain di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

"APBD di Kota Yogyakarta kan berkurang akibat efisiensi nan dilakukan pemerintah pusat khususnya untuk transfer finansial daerah. Itu kemudian berakibat kapabilitas anggaran di masing-masing OPD secara besar nyaris sama," papar Taokhid.

Tantangan baru sekarang muncul seiring dengan naiknya nilai BBM nonsubsidi. Taokhid mengatakan, kendaraan operasional pemadam kebakaran, khususnya truk damkar selama ini minum Pertamina Dex.

"Sehingga kenaikan nan cukup signifikan di awal itu berakibat juga," jelas Taokhid.

Mengacu kalkulasi Damkarmat Yogyakarta, anggaran operasional murni nan tersedia sekarang ini hanya bisa cukup untuk menutup kebutuhan sampai September 2026 jika tiada penambahan.

Kondisi inilah nan membikin Damkarmat kudu melakukan beragam langkah efisiensi, termasuk jeli dalam penggunaan BBM untuk operasional.

"Lebih melakukan efisiensi berangkaian layanan-layanan operasional nan berangkaian dengan shopping BBM. Kalau secara nominal (jumlah anggaran) nggak turun, tetapi lantaran kenaikan nilai otomatis volume nan bisa kita beli berkurang," imbuh dia.

"Masyarakat agar lebih memahami keterbatasan nan kami hadapi," pungkas Taokhid.

(kum/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional