Pertama dalam Sejarah! AI Berhasil Ciptakan Virus Baru Secara Utuh

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Pertama dalam Sejarah! AI Berhasil Ciptakan Virus Baru Secara Utuh Peneliti AS memanfaatkan AI untuk merancang genom virus secara utuh. Terobosan biologi sintetis ini berpotensi obati penyakit, meski memicu kekhawatiran keamanan.(stanford University)

Para peneliti di Amerika Serikat sukses memanfaatkan kepintaran buatan (AI) untuk merancang virus baru nan berfaedah penuh dan bisa bereplikasi di laboratorium. Terobosan ini menjadi momen pertama dalam sejarah di mana seluruh genom sukses dirancang secara utuh oleh AI.

Sembilan belas virus baru nan dihasilkan ini dirancang unik untuk menginfeksi bakteri, sehingga tidak menimbulkan ancaman bagi manusia. Pencapaian ini dinilai sebagai titik kembali krusial dalam sains nan dapat membuka era baru pengobatan penyakit. Meski begitu, para mahir memperingatkan adanya masalah keselamatan dan keamanan nan mendesak.

Pengembangan ini menggunakan model AI berjulukan Evo1 dan Evo2. Cara kerjanya mirip dengan model bahasa besar (Large Language Models) seperti ChatGPT, tetapi memprediksi kode genetik alih-alih kata-kata. AI ini dilatih menggunakan info genetik dari virus, bakteri, tumbuhan, hingga manusia, lampau disempurnakan untuk menghasilkan bacteriophage, sejenis virus nan hanya menginfeksi jenis kuman tertentu.

Tim peneliti dari Stanford University memilih 302 rancangan AI paling menjanjikan untuk disintesis di laboratorium. Hasilnya, 16 di antaranya terbukti efektif membunuh kuman E. coli.

"Ini adalah tingkat kerumitan berikutnya nan dapat dirancang oleh AI generatif. Ini pertama kalinya AI generatif digunakan untuk merancang genom lengkap... ini adalah wilayah baru bagi kami," ujar Brian Hie, Asisten Profesor di Stanford University.

Kemampuan menciptakan bacteriophage baru membuka jalan bagi metode pengobatan jangkitan nan telah kebal terhadap antibiotik. Selain itu, terobosan dalam bagian biologi sintetis ini dinilai berpotensi meningkatkan kesehatan manusia secara signifikan melalui pembuatan obat dan terapi baru.

Memicu Kekhawatiran Biosekuritas

Kendati demikian, muncul kekhawatiran bahwa teknologi serupa dapat disalahgunakan untuk menciptakan penyakit baru. Dalam komentar nan menyertai publikasi riset di jurnal Science, Dr. Thomas Inglesby dan Dr. Moritz Hanke dari Johns Hopkins University menyatakan bahwa temuan ini menimbulkan "pertanyaan mendesak mengenai keselamatan dan keamanan biologis." Menurut mereka, pembuatan virus baru nan berpotensi menyebabkan penyakit "tidak boleh dilanjutkan."

Guna meminimalkan risiko, tim peneliti Stanford telah mengecualikan virus nan dapat menginfeksi organisme kompleks dari pedoman info pelatihan, serta menguji riset ini di laboratorium nan aman.

Profesor Marc Güell dari Pompeu Fabra University, Spanyol, menyebut studi ini sebagai titik kembali nan sangat signifikan. Menurutnya, untuk "pertama kalinya dalam sejarah, kita mulai merancang biologi di komputer."

Senada dengan perihal tersebut, Prof. Patrick Cai dari Manchester Institute of Biotechnology menilai studi ini sebagai milestone penting. "Signifikansinya melampaui sekadar phage—ini menunjukkan bahwa model bahasa genom mulai mempelajari prinsip-prinsip kreasi nan dikodekan oleh evolusi, membuka pintu bagi penulisan genom berbantuan AI," pungkasnya. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia