Pertagas Raup Pendapatan Rp14,5 Triliun di 2025, Mayoritas dari Bisnis Transportasi dan Niaga

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Pertagas Raup Pendapatan Rp14,5 Triliun di 2025, Mayoritas dari Bisnis Transportasi dan Niaga

Pertagas Raup Pendapatan Rp14,5 Triliun di 2025, Mayoritas dari Bisnis Transportasi dan Niaga (Foto: Pertagas)

JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero) mencatatkan pendapatan sebesar USD861,51 juta alias setara Rp14,5 trilun (kurs Rp16.864 per dolar AS) pada 2025.

Pendapatan Pertagas ini dengan kontribusi utama dari bagian upaya transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi. Kemudian EBITDA tercatat sebesar USD427,46 juta alias mengalami kenaikan 15,90% dan untung bersih mencatat kenaikan 21,43% dibandingkan periode nan sama tahun lalu. 

Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring mengatakan, keahlian positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi pedoman pengguna di beragam sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan UMKM. Saat ini Pertagas menjangkau lebih dari 60 pengguna industri strategis di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca, serta lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di beragam wilayah Indonesia.

“Sebagai perusahaan prasarana midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan daya nan andal dari sumber produksi hingga ke beragam sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan daya rumah tangga masyarakat,” ujar Indra di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dia menambahkan bahwa pengedaran daya nan efisien dan berkepanjangan menjadi aspek krusial dalam mendukung operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Sektor Transportasi Gas hingga LPG

Peningkatan keahlian Pertagas tercermin pada segmen transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG nan masing-masing mencatatkan kenaikan volume penyaluran dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini didorong oleh konsistensi perusahaan dalam memperkuat konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan prasarana pengedaran daya nan terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas jasa bagi pengguna di beragam sektor industri dan komersial di Indonesia.

Sepanjang 2025, lini upaya transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi 2024. 

Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu BOPD, alias tumbuh sekitar 8 persen, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD alias meningkat sekitar 6 persen, sedangkan produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025. Pertumbuhan di seluruh lini upaya tersebut menegaskan peran Pertagas sebagai operator prasarana daya midstream nan semakin strategis dalam mendukung pengedaran daya nasional secara efisien dan andal.

Operasikan Jaringan Gas

Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung pengedaran daya bagi beragam sektor strategis nasional. 

Perusahaan terus memastikan keandalan operasional jaringan tersebut melalui penguatan sistem operasi, program pemeliharaan berkelanjutan, serta optimasi pengelolaan aset untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com