Jakarta, CNBC Indonesia - Persebaya resmi menjalin kemitraan strategis dengan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) sebagai Official Medical Partner. Kolaborasi ini menjadi langkah krusial dalam membangun ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia.
Kolaborasi ini menghubungkan klub sepak bola ahli dengan rumah sakit melalui pendekatan preventif, penanganan cedera, rehabilitasi, peningkatan performa atlet secara menyeluruh, sekaligus menghadirkan jasa medis berstandar internasional bagi seluruh komponen Tim Persebaya.
Melalui konsep ini, Persebaya didukung oleh tim master ahli multidisiplin di Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Surabaya, nan didedikasikan untuk mendampingi kebutuhan medis klub secara menyeluruh. Sebanyak 20 master ahli dari beragam disiplin pengetahuan bakal mendukung perjalanan tim, mulai dari kedokteran olahraga, ortopedi, kardiologi, rehabilitasi medik, radiologi, gizi klinik, penyakit dalam, hingga psikologi.
Layanan SITPEC tidak hanya berfokus pada penanganan cedera, tetapi juga pada pencegahan cedera berbasis data, identifikasi aspek risiko, optimasi performa, rehabilitasi, serta pemantauan kondisi pemain secara berkelanjutan.
Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja mengatakan bahwa pengalaman Mayapada Healthcare dalam mendukung beragam atlet ahli menjadi fondasi bagi Mayapada Hospital Surabaya dalam menghadirkan jasa sports medicine nan komprehensif bagi Persebaya.
"Melalui SITPEC, kami menghadirkan pendekatan menyeluruh nan mencakup pencegahan cedera, pemantauan kondisi atlet, rehabilitasi, peningkatan performa, hingga support kesehatan mental. Kami memahami bahwa support medis nan ahli dan komprehensif juga merupakan bagian krusial untuk memastikan para pemain Persebaya tetap berada pada performa terbaik di Super League 2026-2027, sama pentingnya dengan support dan semangat nan diberikan Bonek kepada Persebaya," ujar Hendy dikutip Kamis (25/6/2026).
Layanan SITPEC juga terbuka bagi masyarakat luas. Menurut Hendy, sports medicine tidak hanya untuk atlet profesional. Masyarakat, organisasi olahraga, dan sport enthusiast juga dapat memanfaatkannya untuk menjaga kebugaran, mencegah cedera, meningkatkan performa, hingga mempercepat pemulihan.
"Kami mau semakin banyak masyarakat Surabaya tetap aktif, sehat, dan terus mendukung Persebaya dalam kondisi terbaik," tegas Hendy.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya dr. Bona Fernando menambahkan, SITPEC MHSB memberikan pendekatan preventif berbasis info melalui skrining kesehatan dan kebugaran komprehensif, meliputi pemeriksaan laboratorium, jantung, Body Composition Analysis, penilaian kegunaan jantung dan paru (VO2Max), penilaian ortopedi, pencitraan medis jika diperlukan, functional movement assessment untuk memetakan akibat cedera berasas pola mobilitas atlet, serta pertimbangan psikologis.
Jika terjadi cedera, MHSB juga siap memberikan penanganan advanced, termasuk prosedur penggantian sendi dengkul alias Total Knee Replacement (TKR) menggunakan teknologi robotik terkini, VELYS™ Robotic-Assisted Solution, rehabilitasi medik, dan penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®).
"Agar pemulihan melangkah lebih optimal dan pemain dapat kembali bertanding lebih cepat, " ujar dr. Bona.
MHSB merupakan rumah sakit pertama di Indonesia nan menerima sertifikasi ERAS® untuk prosedur Robotic TKR, dan resmi tergabung dalam ERAS® Society, organisasi dunia dalam pengembangan standar pemulihan pascaoperasi modern. Pengakuan ini menegaskan posisi MHSB sebagai pusat ortopedi unggulan berstandar internasional di Jawa Timur dan Indonesia Timur.
Direktur Persebaya Candra Wahyudi menyebut kerjasama ini lahir dari kesamaan visi kedua belah pihak untuk menghadirkan standar pelayanan kesehatan atlet nan komprehensif, modern, dan berstandar internasional. Menurut Candra, selama ini banyak kerja sama klub dengan rumah sakit tapi sifatnya hanya rujukan.
"Kami mau melangkah lebih jauh dengan membangun sebuah ekosistem, di mana para master ahli menjadi bagian dari sistem pendukung Persebaya dan terintegrasi dengan tim medis klub," kata Candra.
Melalui kerjasama dengan Mayapada Hospital Surabaya, Persebaya optimistis dapat menghadirkan jasa medis nan lebih ahli sekaligus memberikan rasa kondusif bagi pemain, pelatih, dan seluruh komponen tim sepanjang kompetisi.
Konsep kerjasama ini dipelajari Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya saat mengikuti Isokinetic Conference FIFA di Madrid pada 2025. Di sana dia memandang sejumlah klub elite Eropa telah membangun kemitraan dengan rumah sakit bukan sekadar sebagai tempat rujukan, melainkan sebagai bagian dari ekosistem kesehatan nan terintegrasi.
Berangkat dari konsep tersebut, Persebaya menggandeng Mayapada Hospital Surabaya nan mempunyai jasa kesehatan komprehensif berstandar internasional, serta terus mengembangkan jasa sports medicine melalui SITPEC.
Bersama tim medis MHSB, Persebaya menerapkan pemeriksaan kesehatan pemain nan lebih mendalam, baik sebelum kejuaraan maupun sebelum penandatanganan kontrak. Pemeriksaan dilakukan melalui delapan tahapan, meliputi pertimbangan laboratorium, pemeriksaan jantung, penilaian ortopedi, pencitraan medis jika diperlukan, hingga functional movement assessment.
Semua itu dilakukan untuk mengidentifikasi aspek akibat cedera nan dapat memengaruhi performa pemain di masa depan. Hasil pemeriksaan tersebut apalagi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen pemain lantaran memberikan gambaran objektif mengenai kondisi kesehatan dan akibat cedera seorang atlet.
Pendekatan ini, kata dr Tommy, memungkinkan klub mempunyai profil kesehatan pemain secara komprehensif sebagai dasar program latihan dan pencegahan cedera.
"Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi dapat melangkah dalam satu alur nan berkesinambungan," jelas dr. Tommy.
Sementara itu pemain muda Persebaya, Dicky Kurniawan mengaku senang dengan kerja sama ini. Sebagai pemain, Dicky merasa kondusif Persebaya mempunyai konsep penanganan kesehatan nan komprehensif dan didukung teknologi canggih.
"Pemeriksaan kesehatan nan saya lalui di Mayapada Hospital juga sangat lengkap. Belum pernah saya dapatkan ketika tetap memihak klub lain," ujarnya.
Pernyataan Dicky juga diamini oleh striker baru Persebaya, Ramadhan Sananta. Ia menilai kerjasama Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya menunjukkan kesungguhan klub dalam mendukung performa pemain.
Berbekal pengalaman bermain di sejumlah klub, termasuk di luar negeri dan berbareng Timnas Indonesia, Sananta memandang pendekatan seperti ini merupakan bagian krusial dari sepak bola modern.
"Saya pernah bermain di beberapa klub dan merasakan lingkungan nan berbeda-beda. Menurut saya, langkah Persebaya membangun kerja sama nan terintegrasi seperti ini sangat positif lantaran pemain merasa mendapat support nan lengkap, baik untuk menjaga kondisi maupun saat memerlukan penanganan medis," kata Sananta.
Implementasi kemitraan ini telah melangkah dengan jasa Medical Check-Up (MCU) bagi pemain baru Persebaya dan bakal terus bersambung dalam beragam aktivitas klub, termasuk support jasa medis pada Green Force Run 2026 nan bakal digelar pada 27 Juni mendatang. Green Force Run merupakan arena lari tahunan nan telah digelar selama tujuh tahun untuk memeriahkan seremoni hari jadi Kota Surabaya (31 Mei) dan ulang tahun Persebaya (18 Juni).
(rah/rah)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·