Persaingan Masuk Kampus makin Ketat, Sekolah Perkuat Pendampingan Siswa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Persaingan Masuk Kampus makin Ketat, Sekolah Perkuat Pendampingan Siswa Keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses pembelajaran nan dirancang tidak hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan menghadapi pendidikan tinggi.(Dok. Binus School Bekasi)

PERSAINGAN masuk perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong banyak sekolah tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat pendampingan bagi siswa dalam mempersiapkan studi lanjut, mulai dari penyusunan portofolio, pengembangan kepemimpinan, hingga simulasi wawancara beasiswa.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi nan diterapkan Binus School Bekasi. Pada tahun aliran 2025/2026, para lulusannya diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), University of Sydney, UNSW Sydney, Purdue University, University of British Columbia (UBC), National University of Singapore (NUS), serta beragam universitas di Belanda dan Inggris.

Dua siswanya, Keiza dan Ravi, juga sukses meraih Beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program tersebut merupakan salah satu danasiwa paling kompetitif bagi siswa sekolah menengah dengan kuota sekitar 1.000 penerima. Seleksinya meliputi prestasi akademik, kepemimpinan, portofolio, keahlian komunikasi, hingga kontribusi sosial.

Principal Binus School Bekasi, Maria Karah, mengatakan keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses pembelajaran nan dirancang tidak hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan menghadapi pendidikan tinggi.

"Kami sangat bangga dan mengapresiasi setiap siswa kami nan telah menuntaskan masa pendidikan menengah dengan dedikasi luar biasa. Prestasi mereka hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras, semangat belajar, dan komitmen nan telah mereka tunjukkan sepanjang perjalanan di Binus School Bekasi," ujar Maria saat seremoni kelulusan tahun aliran 2025/2026, Rabu (17/6).

Menurut Maria, sekolah menerapkan pendekatan nan menggabungkan pembelajaran berbasis Cambridge, program riset dan proyek inovatif, pengembangan karakter serta kepemimpinan, hingga pendampingan individual bagi siswa nan bakal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pendampingan tersebut mencakup pemilihan universitas, penyusunan aplikasi, simulasi wawancara beasiswa, hingga pembinaan sesuai potensi masing-masing siswa.

Keiza, salah satu penerima Beasiswa Garuda, mengatakan beragam pengalaman nan diperolehnya selama berguru menjadi bekal krusial saat mengikuti proses seleksi. Selain aktif sebagai wakil ketua OSIS, dia juga mengikuti beragam kejuaraan di bagian STEM, bahasa Inggris, dan debat, serta terlibat dalam Buddy Program nan mendampingi siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

"Di sela-sela aktivitas akademik dan non-akademik nan saya jalani, sekolah selalu membantu membangun rasa percaya diri menghadapi setiap tahap seleksi Beasiswa Garuda, sekaligus mempersiapkan langkah untuk meraih setiap kesempatan nan ada," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ravi. Ia menilai support guru, akomodasi laboratorium, akses mengikuti kompetisi, serta pengarahan intensif dari sekolah memperkuat portofolionya hingga sukses lolos seleksi beasiswa.

"Dukungan guru-guru, akomodasi sekolah seperti laboratorium, akses info kejuaraan baik lokal maupun internasional, serta pengarahan dan training nan intensif membantu saya untuk lebih konsentrasi dan mencapai sasaran nan diinginkan. Semua pengalaman ini memperkuat portofolio saya dan membikin saya lebih percaya diri menghadapi setiap tahap seleksi, hingga akhirnya sukses meraih danasiwa ini," katanya.

Pendekatan tersebut turut mengantarkan Binus School Bekasi masuk dalam 10 SMA paling berprestasi di Jawa Barat dan ranking kedua di Kota Bekasi berasas info Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Maria menilai keberhasilan siswa merupakan hasil kerjasama antara sekolah, orang tua, dan peserta didik. Menurutnya, peran sekolah ke depan tidak hanya memastikan siswa lulus dengan nilai baik, tetapi juga membantu mereka menemukan jalur pendidikan nan paling sesuai dengan potensi masing-masing.

"Kesuksesan siswa kami adalah hasil kerjasama antara dedikasi pendidik, support komunitas, kerja keras siswa itu sendiri, dan tentunya support serta angan orang tua nan selalu menyertainya. Kami bakal terus mengembangkan program, fasilitas, dan kurikulum agar setiap siswa bisa memberikan akibat positif di dunia. Komitmen kami adalah mendampingi siswa hingga mereka meraih prestasi maksimal di tingkat nasional maupun internasional," tutupnya. (Put/E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia