
Dua pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. (Foto: Instagram/Aprilia)
PANGGUNG MotoGP 2026 berpotensi menjadi saksi kebangkitan tim pabrikan Aprilia Racing. Dua rider jagoan tim tersebut, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin dianggap menjadi dua nama nan mempunyai kans besar untuk menjadi juara di akhir musim nanti.
Namun, di kembali kekuasaan Aprilia tersebut, muncul sebuah dilema klasik mengenai gimana mengelola dua pembalap nan tengah berada di puncak performa. CEO Aprilia, Massimo Rivola, akhirnya angkat bicara dan menetapkan patokan main nan tegas bagi Marco Bezzecchi dan Jorge Martin: tidak ada prioritas hingga hitungan matematis berbicara lain.
Meskipun Marco Bezzecchi tampil bak monster dengan memenangi tiga balapan utama pembuka musim ini, bayang-bayang Jorge Martin di posisi kedua klasemen membikin Aprilia kudu ekstra hati-hati dalam menjaga harmoni di garasi.
1. Dominasi Bersejarah Marco Bezzecchi
Marco Bezzecchi saat ini tengah menikmati masa keemasannya berbareng Aprilia. Kemenangannya di seri Amerika baru-baru ini melengkapi torehan sempurna tiga podium utama berturut-turut di awal musim 2026.
Jika ditarik ke belakang, Bezzecchi sebenarnya telah mencatat lima kemenangan beruntun sejak akhir musim lalu. Pembalap asal Italia ini juga baru saja memecahkan rekor baru dalam sejarah MotoGP dengan memimpin balapan selama 121 lap berturut-turut.
Marco Bezzecchi
Namun, meski mendominasi secara statistik, posisinya di puncak klasemen tidaklah aman. Ia hanya unggul tipis 4 poin dari rekan setimnya, Jorge Martin.
Keunggulan tipis ini disebabkan oleh konsistensi Martin nan selalu menempel ketat di posisi runner-up serta keberhasilannya memenangi sesi sprint.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·