Jakarta -
Peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor diperpanjang untuk mengakomodasi operasional rangkaian KRL Commuter Line dengan susunan 12 kereta (SF12) nan sebelumnya beraksi dengan susunan 10 kereta. Perpanjangan peron menjadi langkah strategis untuk mendukung kapabilitas layanan, kelancaran operasional, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa kereta api.
Saat ini, kondisi peron dan jalur eksisting dinilai belum optimal untuk mendukung operasional rangkaian kereta dengan kapabilitas nan lebih besar. Oleh lantaran itu, melalui proyek ini dilakukan perpanjangan peron pada jalur 6 dan 7 dari semula 201 meter menjadi 251 meter. Sementara itu, peron jalur 8 diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter.
Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi, menyampaikan bahwa pengembangan jalur dan peron tersebut bakal berkedudukan krusial dalam mendukung peningkatan kapabilitas jasa penumpang KRL, khususnya untuk mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengembangan prasarana ini merupakan corak support KAI Properti terhadap peningkatan kualitas jasa transportasi publik berbasis rel. Kami berambisi akomodasi nan dibangun dapat memberikan kenyamanan nan lebih baik bagi pengguna KRL sekaligus mendukung operasional perkeretaapian nan semakin andal," ujar Agus.
Hingga saat ini, sejumlah tahapan pekerjaan utama telah sukses diselesaikan, antara lain pembangunan struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, serta pekerjaan Listrik Aliran Atas (LAA). Di sisi lain, progres pekerjaan juga terus melangkah melalui pemasangan struktur baja, pemasangan genting peron, serta pekerjaan finishing arsitektur.
Dalam pelaksanaannya, KAI Properti berbareng kontraktor pelaksana terus memastikan seluruh pekerjaan melangkah sesuai rencana dan memenuhi standar mutu nan telah ditetapkan. Aspek keselamatan kerja, kualitas hasil pekerjaan, dan ketepatan waktu penyelesaian menjadi konsentrasi utama pada setiap tahapan proyek.
"Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi area operasional aktif di stasiun, sehingga aktivitas pelayanan kepada masyarakat pengguna kereta api maupun perjalanan kereta api tetap dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar," tambah Agus.
Ke depan, proyek ini bakal memasuki tahapan penyelesaian akhir nan meliputi pekerjaan aspal, pemasangan railing peron, pekerjaan Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), serta penyempurnaan akomodasi pendukung lainnya hingga pembersihan area proyek.
Melalui proyek perpanjangan peron ini, KAI Properti berambisi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapabilitas jasa di Stasiun Bogor, memperlancar arus penumpang, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna, serta mendukung pengembangan sistem transportasi perkeretaapian nan modern dan berkepanjangan di Indonesia.
(ily/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·