Danantara Indonesia mengatakan permintaan terhadap info center sangat tinggi di saat kelangkaan sumber daya penunjang. Danantara siap memperluas investasi di sektor tersebut apalagi di tengah masifnya perkembangan kepintaran buatan (artificial intelligence/AI).
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, mengatakan kebutuhan data center sangat mendesak tidak terkecuali di Indonesia dan negara-negara tetangga. Menurutnya, setiap kali ada data center berkapasitas 100-200 megawatt (MW) dibangun, langsung ludes terpakai.
"Sekarang di Indonesia ada sekitar 45 info center nan besar itu setiap kali invest, habis. Bahkan Singapura, minta maaf, mereka juga kehabisan daya, kehabisan power, enggak punya air sudah," ungkapnya saat OJK Digital Financial Innovation Day 2026, Kamis (27/8).
Selain itu, Sigit mengungkapkan waktu tunggu untuk mendapatkan AI chip bisa mencapai 6 bulan hingga setahun, sehingga Danantara siap berinvestasi di sektor tersebut.
"Permintaan info center luar biasa besar, sehingga terjadi kelangkaan, kudu menunggu 6 bulan, 9 bulan, sampai setahun. Nah, di sinilah kami juga di Danantara kami juga siap," jelasnya.
Danantara baru saja menggandeng Arm Limited untuk kerja sama mempercepat pengembangan teknologi semikonduktor di Indonesia. Arm menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif dunia serta nyaris 94 persen kreasi chip untuk pusat info dan kepintaran buatan.
Sigit menyebut bahwa ke depannya, Danantara bakal mengembangkan kreasi chip berbareng perusahaan asal Inggris tersebut. Danantara juga sudah meminta beberapa BUMN untuk mengawal langsung kerja sama tersebut.
"Kita sekarang mengerjakan untuk melakukan kreasi chip bersama-sama dengan Arm ini sehingga kelak data center chips kelak kita tidak perlu ngantre lagi. Kita sudah kerjakan sekarang, ada beberapa BUMN nan kita tugaskan untuk mengawal ini," ungkapnya.
Dengan demikian, Danantara mempersiapkan infrastruktur, subsistem, dan komponen penunjang ekosistem info center. Pasalnya, China hingga Amerika Serikat (AS) tengah berlomba-lomba mengembangkan AI chip.
"Kesiapan chip semikonduktor dari nan paling darling sekarang AI chip luar biasa. Bahkan di China pun juga kudu nunggu 6 sampai 9 bulan, apalagi di Nvidia di Amerika dan lain-lain. Ini nan kita kerjakan," tandas Sigit.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·