Jakarta -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI mendukung penyelenggaraan janji massal bagi 62.710 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari support BNI terhadap Program Tiga Juta Rumah dan ekspansi akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap kediaman layak.
Kegiatan janji massal dan serah terima kunci digelar di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7). Sebanyak 200 debitur datang secara langsung, sedangkan 62.510 debitur lainnya mengikuti aktivitas secara daring.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan support tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi pembiayaan nan inklusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BNI terus mendukung beragam program prioritas pemerintah nan memberikan akibat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat melayani negeri sepenuh hati, kami mau memperluas akses masyarakat terhadap kediaman nan layak melalui penyaluran KPR Rumah Subsidi," ujar Iqbal dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Iqbal menambahkan, penyaluran pembiayaan rumah subsidi juga dapat mendorong pertumbuhan sektor perumahan nan mempunyai pengaruh berganda terhadap beragam aktivitas ekonomi.
Selain janji KPR subsidi, aktivitas tersebut juga mencakup janji massal bagi 200 debitur Program Kredit Usaha Rakyat Perumahan. Secara keseluruhan, nilai janji KUR Perumahan mencapai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur.
Adapun jumlah tersebut terdiri atas 6.873 debitur pada sisi permintaan alias demand dan 227 debitur pada sisi penyediaan alias supply. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem perumahan, baik dari sisi masyarakat nan memerlukan kediaman maupun pelaku upaya nan mendukung penyediaannya.
Sejumlah penerima faedah juga mengikuti prosesi serah terima kunci secara simbolis. Salah satunya adalah Nilam Chya Ayu, pengguna BNI nan bekerja di sebuah pabrik sepatu di Batang.
Nasabah BNI lainnya, Terry Alfrits Wagiu nan berprofesi sebagai wartawan di Tomohon juga menceritakan perjalanannya hingga sukses mempunyai rumah pertama setelah 14 tahun berumah tangga melalui akomodasi KPR Subsidi BNI.
Iqbal menilai kerjasama antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi aspek krusial dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.
"BNI optimistis sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan bakal semakin mempercepat penyediaan kediaman layak bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
Sebagai informasi, aktivitas janji massal dan serah terima kunci tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Acara ini turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, jejeran ketua Himpunan Bank Milik Negara, perwakilan bank penyalur, pengembang, serta para penerima manfaat.
Melalui aktivitas ini, BNI berupaya memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem kediaman nan lebih inklusif. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perseroan untuk menghadirkan solusi finansial nan berfaedah bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.
(akn/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·