Perlombaan Menuju Bulan Semakin Panas, Ilmuwan Memperingatkan Ada Sesuatu yang Mengerikan

Sedang Trending 5 jam yang lalu

loading...

Perlombaan Menuju Bulan Semakin Panas. Foto/ Daily

NEW YORK - Perlombaan untuk kembali ke Bulan mengantarkan era baru bagi sains, ekonomi ruang angkasa, dan aktivitas komersial di luar angkasa. Namun, para intelektual juga memperingatkan tentang akibat nan menakut-nakuti satelit alami ini.

Salah satu bagian roket Falcon 9, dengan berat sekitar 4.000 kg, menabrak Bulan pada tanggal 5 Agustus, menciptakan gumpalan debu besar di permukaan nan terlihat dari Bumi.

Tabrakan ini memunculkan pertanyaan nan semakin mendesak: akankah perlombaanuntuk menjelajahiBulan, nan sekarang memasuki fase baru, mengubah satelit alami terdekat Bumi menjadi "tempat pembuangan sampah" luar angkasa?

Bagian roket Falcon 9 nan baru-baru ini jatuh ke Bulan hanyalah satu dari sekitar 3.000 objek buatan manusia nan tertinggal di permukaan barang langit ini.

Beberapa mahir beranggapan bahwa sudah saatnya umat manusia memperlakukan lingkungan bulan nan tetap alami dengan lebih bertanggung jawab.

Sejak era antariksa dimulai, sekitar 200 ton material nan berasal dari Bumi telah sengaja dikirim ke Bulan alias secara tidak sengaja jatuh ke permukaannya.

Beberapa pencapaian ini telah menjadi tonggak krusial dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa.

Modul pendaratan dari keenam misi Apollo Amerika Serikat tetap berada di Bulan.
Kendaraan otonom Lunokhod buatan Soviet dari tahun 1970-an juga ada di sana, berbareng dengan robot Yutu 1 dan Yutu 2buatan Tiongkokyang dikerahkan pada tahun 2010-an.

Namun, tidak setiap objek di Bulan dimaksudkan untuk ditinggalkan oleh manusia.

Astronom dan sejarawan ruang angkasa Jonathan McDowell mengatakan bahwa banyak bagian roket dan objek lain nan telah diluncurkan ke orbit antara Bumi dan Bulan sejak misi pertama pada tahun 1960-an mungkin akhirnya jatuh ke permukaan satelit alami ini.

Empat tahun sebelum bagian atas roket Falcon 9 jatuh di dekat kawah Einstein, sebagian dari roket Long March 3C buatan Tiongkok juga jatuh ke sisi jauh Bulan.

Para mahir meyakini bahwa peristiwa serupa dapat terjadi lebih sering di tahun-tahun mendatang seiring dengan meningkatnya aktivitas eksplorasi bulan.

Bulan memasuki era eksplorasi baru, tetapi aturannya belum menyesuaikan diri.

"Kita berada di titik transisi," kata McDowell kepada Space.com. Menurutnya, umat manusia sedang beranjak dari periode ketika eksplorasi bulan terutama dilakukan oleh AS dan Uni Soviet, dan dengan gelombang nan relatif rendah.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews