Perkuat Peran Komunitas untuk Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Forum Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Perkuat Peran Komunitas untuk Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Forum Global Prof. Rinawati Rohsiswatmo, Konsultan Senior Neonatal dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, saat menghadiri forum internasional berjudul 'Measuring What Matters, Doing What Works: PHC & Community Entry Points to Accelerate Maternal Health' di sela-sela perhel(Istimewa)

MENURUNKAN angka kematian ibu dan bayi tidak bisa lagi hanya mengandalkan intervensi klinis di rumah sakit. Saat ini, bumi mulai beranjak konsentrasi pada penguatan jasa kesehatan primer, perbaikan sistem rujukan, serta pelibatan aktif organisasi sebagai komponen krusial dalam diskursus kesehatan global.

Topik krusial ini dibahas dalam forum internasional berjudul 'Measuring What Matters, Doing What Works: PHC & Community Entry Points to Accelerate Maternal Health'. Acara ini diselenggarakan oleh Business Council for International Understanding (BCIU) di sela-sela perhelatan World Health Assembly (WHA) ke-79 di Geneva, Swiss.

Indonesia menonjolkan perannya melalui Prof. Rinawati Rohsiswatmo, Konsultan Senior Neonatal dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Sebagai panelis, dia memaparkan strategi Indonesia dalam memperkuat jasa kesehatan ibu dan anak.

Forum ini menjadi titik jumpa bagi para pemimpin kesehatan dunia, organisasi internasional seperti Unicef, lembaga pendanaan, hingga praktisi di garda terdepan. Selain Indonesia, datang pula Dr. Geoff Ibbotson (Global Surgery Foundation), Dr. Maureen Momanyi (Unicef), dan Julius Mbeya (Lwala Community, Kenya) untuk mendiskusikan percepatan penurunan nomor kematian ibu di negara berkembang.

Dalam paparannya, Prof. Rinawati menegaskan bahwa tantangan kesehatan maternal tidak bisa tuntas hanya di meja rumah sakit. Diperlukan kesinambungan jasa dari tingkat masyarakat hingga akomodasi medis rujukan.

"Program kudu disesuaikan dengan konteks tiap wilayah lantaran inequity tetap menjadi tantangan besar. Penguatan organisasi menjadi kunci agar coverage meningkat dan nomor kematian ibu serta bayi dapat terus ditekan," ujar Prof. Rinawati.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa kesuksesan kesehatan ibu bukan sekadar tentang kecanggihan perangkat medis. Hal nan lebih esensial adalah keahlian sistem kesehatan dalam menjangkau masyarakat secara berkelanjutan—mulai dari penemuan dini, proses rujukan nan mulus, hingga perawatan neonatal nan efektif. Pendekatan ini sangat relevan bagi negara berkembang nan tetap bergulat dengan ketimpangan akses dan keterbatasan sumber daya.

Sebagai mantan Ketua UKK Perinatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, kehadiran Prof. Rinawati membawa rekam jejak nyata Indonesia dalam membangun jejaring jasa maternal dan neonatal berbasis komunitas.

Forum tersebut menghasilkan beberapa poin kunci untuk perbaikan kesehatan global:
- Penguatan Tenaga Kesehatan: Fokus pada mereka nan berada di garis depan.
- Integrasi Sistem: Memastikan sistem rujukan melangkah lancar.
- Pemanfaatan Data: Penggunaan info nan berarti untuk mengukur efektivitas intervensi.

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum strategis ini membuktikan bahwa pengalaman negara berkembang sekarang menjadi rujukan krusial bagi kebijakan kesehatan dunia. Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen Indonesia dalam mendukung tercapainya sasaran Sustainable Development Goals (SDGs) mengenai kesehatan ibu dan bayi pada tahun 2030. (Put/E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia