Menteri Keuangan Optimistis Rupiah Akan Menguat dengan Arus Masuk Modal Asing

Sedang Trending 59 menit yang lalu

, JAKARTA, – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa rupiah bakal menguat seiring dengan pengamatan pemerintah terhadap masuknya modal asing ke pasar obligasi Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam konvensi pers di Jakarta pada Selasa (19 Mei).

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis, termasuk pembelian obligasi di pasar sekunder, untuk menjaga stabilitas pasar finansial domestik di tengah tekanan dunia dan pelemahan rupiah.

Menurut Purbaya, rupiah tidak bakal berada di level rendah ini terlalu lama. "Kami sudah memandang peningkatan sentimen di pasar obligasi, bukan? Dana mulai masuk, dan saya pikir bakal lebih banyak nan masuk di masa depan, sehingga rupiah bakal menguat," ujarnya.

Pada Selasa, rupiah ditutup pada level Rp17.706 per dolar AS, melemah dari level sebelumnya Rp17.668.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan intervensi di pasar obligasi sejak pekan lampau untuk meredakan tekanan dan menjaga kepercayaan investor. Langkah ini diklaim telah mulai menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah.

Dia menambahkan bahwa penanammodal asing mulai kembali ke pasar obligasi, baik di pasar sekunder maupun primer. Di pasar sekunder, arus masuk asing mencapai sekitar Rp500 miliar (US$28,2 juta), sedangkan di pasar primer totalnya mencapai sekitar Rp1,68 triliun (US$94,77 juta). Dia menggambarkan arus masuk biaya asing ini sebagai tanda awal pemulihan kepercayaan penanammodal terhadap pasar utang Indonesia.

"Langkah kami untuk menjaga stabilitas pasar obligasi telah memulihkan kepercayaan penanammodal asing terhadap obligasi kami. Mereka mulai masuk, dan arus masuk dolar juga mulai kembali, seperti nan diharapkan," tambahnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah bakal terus memantau perkembangan arus modal asing ke pasar obligasi.

Lebih lanjut, Purbaya memastikan bahwa pemerintah tidak bakal merevisi dugaan nilai tukar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Asumsi nilai minyak dunia juga bakal tetap di nomor US$100 per barel.

"Saya tidak perlu mengubah apa pun lagi. Kami sudah menerapkan langkah-langkah penghematan nan kami yakini cukup untuk situasi saat ini, dan dugaan rupiah sudah disesuaikan selama simulasi," pungkasnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional