Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah (value creation) nan semakin besar bagi perekonomian nasional. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI memastikan setiap langkah transformasi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan upaya nan sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan sektor produktif serta support terhadap beragam program prioritas pemerintah.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi terintegrasi nan menjadi referensi Perseroan dalam memperkuat esensial bisnis, meningkatkan daya saing, serta menciptakan faedah nan berkepanjangan bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI bisa tumbuh semakin sehat, efisien, dan berkekuatan saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank nan berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation nan semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujar Hery dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Transformasi tersebut bertumpu pada dua pilar utama nan didukung oleh enam enabler sebagai penggerak perubahan di seluruh organisasi. Pilar Transform the Funding Franchise diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan BRI agar semakin efisien, stabil, dan berbasis biaya murah melalui penguatan CASA serta peningkatan kapabilitas transaction banking.
Sementara itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core difokuskan untuk memperkuat penyaluran angsuran mikro (bisnis inti) sekaligus membangun mesin pertumbuhan consumer banking (sumber pertumbuhan baru) nan bisa menjawab kebutuhan pengguna dan dinamika industri. Implementasi transformasi tersebut tercermin pada keahlian Perseroan nan terus menunjukkan penguatan.
Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sementara angsuran dan pembiayaan meningkat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun. Pada periode nan sama, untung bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp15,5 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun alias tumbuh 9,4% secara tahunan, nan turut mendorong penurunan cost of fund dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026.Fundamental nan semakin kuat tersebut menjadi modal krusial bagi BRI untuk memperluas kegunaan intermediasi sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap agenda pembangunan nasional.
Salah satu kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta UMKM di beragam wilayah Indonesia. Penyaluran tersebut didominasi sektor-sektor produktif nan bergesekan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, dengan sektor pertanian menjangkau 869.285 debitur alias 42,68% dari total penerima KUR, disusul sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur alias 32,34%.
Selain menjadi motor penggerak penyaluran KUR nasional, BRI juga memegang peran strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI telah mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.
Adapun, sekitar 97% dari total pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nan telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur, dimana hingga Juni 2026, penyaluran FLPP sepanjang 2026 telah mencapai 19.075 unit alias sekitar 32,8% dari sasaran 60 ribu unit.
Di sisi penyediaan hunian, hingga 19 Juli 2026 realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp10,7 triliun alias sekitar 89% dari sasaran penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun. Pembiayaan tersebut menjangkau pelaku upaya pada sektor penyediaan kediaman sekaligus masyarakat sebagai pembeli rumah, sehingga diharapkan bisa memperkuat ekosistem perumahan sekaligus menciptakan pengaruh berganda terhadap aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Hery menegaskan bahwa transformasi BRIvolution Reignite tidak hanya diarahkan untuk memperkuat keahlian Perseroan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan nan dicapai bisa memberikan akibat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Dengan support seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi berbareng Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga keahlian nan sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," pungkas Hery.
Pada kesempatan terpisah, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keahlian perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto. Meski transformasi telah mendorong peningkatan keahlian sejumlah BUMN, Dony menegaskan bahwa keberhasilan tersebut kudu ditopang oleh pembangunan sumber daya manusia nan berkelanjutan.Menurutnya, kepemimpinan nan kuat menjadi kunci untuk memastikan perusahaan terus bertumbuh dan bisa menghadapi tantangan di masa depan.
"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," ujar Dony.
(dpu/dpu)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·