Perkuat Ekonomi Nasional, Waskita Karya Bangun 29 Bendungan dalam 1 Dekade

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan infrastruktur. Selain berfaedah sebagai aset fisik, pembangunan prasarana juga menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembuatan pusat-pusat ekonomi di beragam daerah.

Melalui pembangunan bendungan, jaringan irigasi, dan beragam prasarana sumber daya air di sejumlah wilayah Indonesia, Waskita Karya mendukung penyediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, serta pembangkit energi. Kehadiran prasarana tersebut juga mendorong berkembangnya area wisata, pertumbuhan UMKM, peningkatan investasi daerah, dan terciptanya lapangan kerja.

Belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan sejumlah waduk di Tanah Air. Ia mengatakan seluruh waduk tersebut merupakan investasi senilai Rp9,79 triliun. Infrastruktur ini nantinya bakal didukung teknologi dan bibit terbaik sehingga negara bisa menghasilkan satu juta ton beras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saudara-saudara, saya titip jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan baik, rawat dengan baik, pastikan bahwa air nan dibutuhkan sampai ke para petani," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan pembangunan 29 waduk di beragam wilayah Indonesia dalam 10 tahun terakhir mencerminkan komitmen Perseroan dalam menciptakan nilai ekonomi.

Bagi Waskita Karya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sebuah proyek, tetapi dari besarnya nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan nan terus dihasilkan bagi Indonesia dalam jangka panjang.

"Bendungan dan jaringan irigasi bukan sekadar proyek konstruksi. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi ketahanan pangan dan ketahanan air nasional, sekaligus membuka kesempatan pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata, perikanan darat, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi di daerah. Setiap waduk nan kami bangun diharapkan bisa menciptakan multiplier effect nan terus berkembang selama puluhan tahun dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat maupun perekonomian nasional. Inilah nilai tambah nan selalu kami upayakan dalam setiap proyek nan dikerjakan Waskita Karya," ujar Ermy.

Hingga kini, sedikitnya tujuh waduk hasil karya Waskita telah berkembang menjadi lokasi wisata nan dikelola masyarakat dan pemerintah daerah. Di antaranya Bendungan Jlantah dan Bener di Jawa Tengah, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, Bendungan Karian di Banten, Bendungan Marga Tiga di Lampung, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, serta Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur.

Keberadaan sejumlah waduk tersebut pun mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru melalui upaya kuliner, homestay, penyewaan perahu wisata, pusat oleh-oleh, jasa transportasi lokal, area rekreasi keluarga, hingga pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Infrastruktur tersebut juga meningkatkan produktivitas pertanian melalui kepastian pasokan air, memperkuat sektor perikanan darat, serta meningkatkan ketahanan air bagi masyarakat dan area industri.

Salah satu contoh terbaru ialah Bendungan Jlantah. Dikenal sebagai lokasi wisata Tawangmangu dan Gunung Lawu, waduk ini memperluas daya tarik pariwisata Jawa Tengah sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata alam, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Potensi serupa juga terlihat pada Bendungan Bener nan terintegrasi dengan area penyangga Destinasi Super Prioritas Borobudur. Kemudian ada Bendungan Karian nan menjadi lokasi wisata baru sekaligus memperkuat ketahanan air bagi jutaan masyarakat di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, serta Bendungan Temef nan menjadi tonggak krusial pemerataan pembangunan dan penguatan ketahanan pangan di Indonesia Timur.

"Setiap waduk nan dibangun Waskita Karya merupakan investasi jangka panjang nan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan dan air, prasarana tersebut menjadi katalis investasi, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, membuka kesempatan upaya dan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata. Inilah bentuk peran Waskita Karya sebagai economic value creator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional nan inklusif dan berkelanjutan," jelas dia.

Sejalan dengan transformasi perusahaan, Perseroan juga semakin selektif dalam mengembangkan portofolio proyek nan mempunyai faedah ekonomi tinggi, skema pembiayaan nan sehat, serta memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan negara.

Waskita Karya optimistis kebutuhan pembangunan bendungan, jaringan irigasi, prasarana ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, serta beragam mega proyek nasional bakal terus meningkat. Perseroan siap mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui prasarana nan produktif, berkelanjutan, dan bisa menciptakan faedah ekonomi lintas sektor.

Waskita Karya meyakini keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari rampungnya sebuah proyek, tetapi dari gimana prasarana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing nasional. Kehadiran infrasuku juga diharap bisa menarik investasi sekaligus menciptakan nilai ekonomi nan berkepanjangan bagi generasi mendatang.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance