Jakarta -
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) membujuk perwakilan perkumpulan suporter sepak bola dan pengurus klub dari beragam wilayah di Indonesia untuk membentuk koperasi suporter. Langkah tersebut sebagai wadah penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Hal ini menjadi terobosan strategis mengingat besarnya pedoman massa suporter sepak bola di Indonesia nan selama ini dikenal militan dan solid.
Dengan pendekatan koperasi, potensi tersebut diharapkan tidak hanya berakhir pada support di stadion, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi nan produktif dan berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman menegaskan organisasi suporter mempunyai karakter nan sangat kuat untuk dikembangkan menjadi koperasi modern.
"Fans sepak bola banyak sekali, banyak perihal nan bisa dikembangkan seperti ticketing, event, merchandise, nonton bareng, apalagi bisa ada cafe juga," ujar Deva dalam keterangan tertulis, (10/9/2026).
Menurutnya, suporter sepak bola bukan hanya sekadar penonton, tetapi organisasi dengan loyalitas tinggi, jaringan luas, dan aktivitas ekonomi nan nyata. Melalui koperasi, potensi tersebut bisa diorganisir secara profesional, transparan, dan memberikan faedah langsung bagi anggotanya.
Ia menambahkan praktik serupa telah sukses diterapkan di beragam negara. Klub besar bumi seperti FC Barcelona dan Real Madrid apalagi mempunyai model kepemilikan berbasis personil nan menyerupai prinsip koperasi, ketika suporter mempunyai keterlibatan langsung dalam ekosistem klub.
Dalam sosialisasi ini, dia juga menegaskan tarif jasa di LPDB Koperasi lebih terjangkau jika dibandingkan dengan perbankan, dan tidak ada biaya administrasi, biaya provisi, dan penalti pelunasan.
"Kami dari tarif layanan, jika dibandingkan dengan perbankan, kami lebih terjangkau, bisa untuk modal kerja lima tahun, dan investasi sampai dengan sepuluh tahun. Di LPDB itu gratis, tidak ada admin, tidak ada provisi, dan jika pelunasan lebih sigap tidak ada pinalti untuk pelunasan. Dan nan pasti kudu ada agunan," tambah Deva.
Deva pun menegaskan ke depannya tidak hanya berakhir pada organisasi olahraga sepak bola, tetapi bisa juga kepada olahraga lainnya.
"Ini tidak bakal berakhir di sepak bola saja lantaran kita tetap ada misalnya bulutangkis, kemudian basket dan lain sebagainya gitu. Dan saya berambisi dengan pembuatan koperasi nan berbasis dengan suporter ini bakal meningkatkan bargaining position dari para suporter sepak bola, menggaet lebih banyak anak-anak muda nan bukan hanya suporter tapi fans club. Karena fans club itu jumlahnya lebih banyak dari suporter nan terdaftar di masing-masing klub sepak bola," tutur Deva.
Sementara itu, Perwakilan Perkumpulan Suporter ialah Sekretaris Umum Perkumpulan Pengurus Pusat (PP) The Jak Mania Muhammad Aditya Putra mengucapkan terima kasih atas inisiatif LPDB Koperasi membujuk perkumpulan suporter untuk mengembangkan upaya melalui koperasi.
"Karena memang potensi untuk pengembangan ekonomi di lingkup suporter cukup besar. Dan sudah semestinya ini di-guide oleh pemerintah melalui LPDB Koperasi dan kami sangat menyambut," tuturnya.
Selain itu, Syifa Nadhila dari I.League Operator Liga Indonesia mengungkapkan pihaknya sebagai operator kejuaraan sepak bola di Indonesia mendukung penuh inisiatif nan digerakkan oleh LPDB Koperasi.
"Dalam perihal ini di I-League kita sekarang sudah mempunyai pedoman suporter ialah fans engagement di mana kami merasa dari seluruh Indonesia ini kan selalu ada pedoman suporter nan sangat fanatis ke klub-klub nan tersebar seperti itu. Dan dengan adanya LPDB ini, kita bisa membikin kerja sama dalam corak koperasi sehingga mereka nan ada di wilayah mana pun bisa lebih baik seperti itu dan bisa dimanfaatkan keanggotaannya. Dan I-League sebagai operator sendiri tentunya membuka perihal ini sebagai kerja sama nan sangat positif," terang Syifa.
(anl/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·