Ilustrasi(Hukumonline)
Perkembangan teknologi digital dan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) mulai mengubah lanskap kepatuhan dan tata kelola perusahaan di Indonesia. Di tengah kompleksitas izin global, perusahaan sekarang dituntut tidak hanya alim terhadap aturan, tetapi juga bisa membangun sistem tata kelola nan adaptif dan berkelanjutan.
Isu tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 nan kembali digelar sebagai forum apresiasi sekaligus ruang obrolan strategis mengenai budaya kepatuhan perusahaan di Indonesia.
Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, arena tersebut dihadiri ketua perusahaan, praktisi norma dan kepatuhan, regulator, akademisi, hingga pelaku industri dari beragam sektor.
Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara, mengatakan kegunaan legal dan compliance sekarang tidak lagi sekadar menjalankan tanggungjawab administratif, melainkan telah menjadi bagian strategis dalam menjaga keberlanjutan upaya perusahaan.
“Saat ini, legal dan compliance tidak lagi berada di belakang layar. Perannya bukan hanya memastikan perusahaan alim terhadap regulasi, tetapi juga membantu perusahaan bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih percaya diri di tengah perubahan,” ujar Arkka.
Menurut dia, tantangan dunia seperti ketidakpastian geopolitik, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi dunia, percepatan transformasi digital dan AI, hingga meningkatnya tuntutan terhadap transparansi Environmental, Social, and Governance (ESG), perlindungan data, dan tata kelola perusahaan telah membikin tantangan izin menjadi semakin kompleks.
Di tengah kondisi tersebut, kesadaran perusahaan terhadap pentingnya budaya kepatuhan dinilai terus meningkat. Hal itu terlihat dari partisipasi lebih dari 130 perusahaan dari beragam sektor industri dalam IRCA 2026.
“Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa budaya kepatuhan di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian krusial dari strategi perusahaan,” kata Arkka.
Selain penghargaan, IRCA 2026 juga menghadirkan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions nan membahas beragam rumor seperti perkembangan regulasi, tata kelola perusahaan, ESG, perlindungan data, manajemen risiko, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.
Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026, Natalia Soebagjo, menilai praktik kepatuhan perusahaan di Indonesia menunjukkan perkembangan positif lantaran semakin banyak perusahaan mulai memandang kepatuhan sebagai bagian integral dari keberlanjutan bisnis.
“Sebagai Dewan Juri, kami tidak hanya memandang arsip alias prosedur, tetapi gimana budaya kepatuhan betul-betul dijalankan dalam praktik sehari-hari,” ujar Natalia.
Sementara itu, Chief Media and Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim, mengatakan jumlah peserta IRCA 2026 meningkat 23 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, sebanyak 131 perusahaan dari 23 sektor industri tercatat berperan-serta dalam arena tersebut.
Menurut Amrie, peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga kualitas penerapan kepatuhan nan mulai diperkuat perusahaan.
“Semakin banyak perusahaan di Indonesia nan mempunyai komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan standar kepatuhan, serta membangun budaya integritas nan berkelanjutan,” katanya.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Hukumonline juga menyempurnakan metodologi penilaian melalui kerangka pengelompokkan PROSPER nan mempertimbangkan tingkat izin industri, akibat usaha, kompleksitas bisnis, dan skala operasional perusahaan.
Metode tersebut digunakan untuk memastikan proses penilaian berjalan lebih objektif dan sesuai dengan karakter masing-masing sektor industri.
Amrie menegaskan IRCA tidak hanya ditujukan sebagai arena penghargaan, tetapi juga ruang pembelajaran berbareng untuk mendorong lahirnya praktik kepatuhan nan lebih adaptif dan strategis di Indonesia.
“Pada akhirnya, membangun budaya kepatuhan bukanlah pekerjaan satu pihak saja, melainkan tanggung jawab berbareng seluruh ekosistem upaya dan tata kelola di Indonesia,” tandasnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·