Pemukim Israel bertopeng serang penduduk Palestina saat panen oliva di Tepi Barat. Pohon dibakar.
Pemukim Israel bertopeng menyerang penduduk Palestina nan tengah memanen oliva di Desa Abu Falah, Tepi Barat nan diduduki, pada Jumat (16/10/2026). Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya laporan serangan terhadap penduduk Palestina selama musim panen oliva tahun ini. (REUTERS/Ammar Awad)
Rekaman video menunjukkan para pemukim membakar pohon-pohon oliva di letak kejadian. Suara tembakan juga terdengar, sementara kendaraan militer Israel terlihat berada di sekitar lokasi. Reuters telah menghubungi militer Israel untuk meminta tanggapan mengenai kejadian tersebut. Namun, hingga buletin ini diterbitkan, belum ada tanggapan nan diterima. (REUTERS/Ammar Awad)
Seorang pemukim Israel mengarahkan senjata ke penduduk Palestina nan tengah memanen zaitun, membikin mereka berceceran dalam kepanikan. Warga Palestina menyebut serangan oleh pemukim Israel meningkat selama musim panen tahun ini. Situasi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat nan menggantungkan penghidupan family pada hasil panen oliva tahunan. (REUTERS/Ammar Awad)
Menurut Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina, serangan pemukim telah berakibat terhadap lebih dari 147.000 pohon di Tepi Barat nan diduduki sejak Oktober 2023. Kerusakan tersebut terjadi melalui penebangan, pencabutan, pembakaran, maupun peracunan pohon. Dari jumlah itu, lebih dari 100.000 di antaranya merupakan pohon zaitun. (REUTERS/Ammar Awad)
Panen oliva menjadi sumber pendapatan krusial bagi banyak family Palestina. Selain menopang perekonomian masyarakat pedesaan, buah oliva dan minyaknya juga mempunyai makna budaya nan mendalam sebagai simbol hubungan masyarakat Palestina dengan tanah serta tradisi pertanian nan diwariskan lintas generasi. (REUTERS/Ammar Awad)
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·