Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang Pulau Flores, NTT, tetap menyisakan akibat bagi warga. Di Manggarai, banyak penduduk mengungsi lantaran rumah mereka rusak.
Salah satu letak pengungsian terbesar berada di Mata Air Barang Kolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT. Lebih dari 1.000 penduduk berada di letak tersebut.
Pantauan kumparan pada Minggu (16/8), perjalanan menuju tempat pengungsian di Reo dimulai dari Kota Ruteng, Manggarai. Perjalanan menyantap waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Dari Ruteng, rombongan kudu menuruni area perbukitan menuju Reo. Jalan nan dilalui berkelok-kelok dengan sejumlah titik nan berada di area rawan longsor.
Sepanjang perjalanan, terlihat rumah-rumah penduduk nan mengalami kerusakan akibat gempa. Sebagian gedung apalagi tampak roboh. Di sejumlah titik, penduduk juga terlihat tetap membersihkan puing-puing gedung nan runtuh.
Tenda-tenda nan didirikan secara berdikari oleh penduduk juga terlihat di sepanjang perjalanan. Mereka memilih tetap memperkuat di sekitar rumah dan tidak mengungsi ke posko di Reo.
Tenda tersebut dibuat sederhana, sebagian hanya menggunakan terpal sebagai genting dengan dasar karpet seadanya.
Perjalanan menuju Reo juga tak sepenuhnya mulus. Sejumlah ruas jalan terlihat tertutup material tanah dan batu akibat longsor. Petugas kepolisian nan mengawal rombongan menyebut jalur tersebut sempat lumpuh total lantaran tertutup material longsor.
Rombongan kemudian melewati Jembatan Wae Pesi, jembatan terakhir sebelum memasuki wilayah Reo. Saat melintas, rombongan sempat dihentikan penduduk nan belum mendapatkan bantuan.
Warga kemudian berbincang dengan polisi nan mengawal rombongan. Setelah berdiskusi, rombongan diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Namun, penduduk meminta agar kondisi mereka nan belum mendapatkan support turut disampaikan saat tiba di Reo.
Setibanya di Reo, suasana pengungsian terlihat ramai. Ratusan penduduk berkumpul di tengah lapangan nan berada di samping sebuah sekolah nan juga terdampak gempa.
Lapangan tersebut menjadi tempat penduduk memperkuat setelah gempa merusak rumah-rumah mereka. Di tengah kondisi tersebut, aktivitas penduduk di letak pengungsian tetap berjalan, dapur-dapur umum hingga posko kesehatan juga telah beraksi dari hari pertama.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·