Kementerian Hukum (Kemenkum) berbareng Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar aktivitas funwalk dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia di area Car Free Day (CFD), Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (26/4).
Kegiatan bertema ‘Kekayaan Intelektual dan Olahraga’ ini merupakan bagian dari peringatan serentak nan digelar pada 33 Kantor Wilayah Kemenkum di seluruh Indonesia.
Di Jakarta, aktivitas funwalk diikuti sekitar 2.500 peserta. Selain olahraga bersama, aktivitas ini juga diramaikan dengan jasa konsultasi dan pendampingan permohonan kekayaan intelektual bagi masyarakat secara gratis.
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menekankan pentingnya kekayaan intelektual dalam perkembangan industri olahraga nan sekarang mengalami transformasi signifikan.
Ia menjelaskan olahraga saat ini tidak lagi sekadar aktivitas untuk menjaga kesehatan, melainkan telah berkembang menjadi industri besar dengan nilai ekonomi tinggi.
“Olahraga hari ini sudah beralih bentuk nan luar biasa. Bukan sekadar hanya untuk kita sehat, tetapi sudah menjadi sebuah industri dengan kapitalisasi nan luar biasa di nyaris semua bagian olahraga,” ujar Supratman.
“Di kembali industrialisasi olahraga, maka sangat relevan hari ini jika kemudian kita memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, di mana kerjasama antara perlindungan kekayaan intelektual dan juga komersialisasi dalam perihal ini adalah industri di bagian olahraga,” lanjutnya.
Menurutnya, nyaris seluruh produk olahraga nan digunakan masyarakat mempunyai unsur kekayaan intelektual nan melekat, mulai dari busana hingga peralatan olahraga.
“Hampir semua produk-produk nan kita gunakan hari ini, entah itu baju, celana, sepatu, raket, sepeda, bola, apa pun itu nan kita gunakan mempunyai dua, minimal dua perangkat kekayaan intelektual nan melekat di dalamnya. Dan setiap saat begitu pentingnya nilai kekayaan intelektual ini, sampai-sampai banyak di antara pelaku-pelaku industri dan pemegang kewenangan kekayaan intelektual terpaksa kudu menempuh ke pengadilan untuk menyelesaikan sengketanya,” katanya.
Supratman juga menegaskan peringatan Hari KI Sedunia tahun ini mengangkat tema keterkaitan antara kekayaan intelektual dan olahraga, nan dinilai semakin relevan seiring pesatnya pertumbuhan industri tersebut.
“Setiap tahun kita selalu memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia. Tahun ini, kebetulan, Organisasi Kekayaan Intelektual Sedunia itu mengambil tema KI dan Olahraga,” tutur Supratman.
“Kenapa diambil, kelihatannya seperti tidak ada keterkaitan sama sekali. Tapi sesungguhnya sekarang perkembangan nan luar biasa lantaran olahraga, seperti nan saya katakan tadi, sudah berkembang menjadi sebuah industri nan luar biasa besarnya. Kita bisa lihat di industri sepak bola ataupun juga di cabor-cabor nan lain. Kita biasa memandang sungguh besarnya sponsor, sungguh besarnya kewenangan kekayaan intelektual nan melekat di dalam satu arena,” sambung dia.
Ia menambahkan, aktivitas ini bukan sekadar seremoni, melainkan mempunyai akibat luas terhadap beragam sektor, termasuk ketenagakerjaan.
“Dan kita selenggarakan ini serentak di seluruh Indonesia, di 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum di seluruh Indonesia. Jadi ini bukan suatu peristiwa biasa, tetapi seperti nan saya sampaikan tadi, bahwa kekayaan intelektual di bidang sport itu, itu berpengaruh kepada, mempunyai pengaruh di bidang-bidang nan lain, termasuk di sektor ketenagakerjaan, ya, dan lain-lain sebagainya. Itu sangat besar sekali,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kemenpora, Gunawan Suswantoro, menilai momentum peringatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan industri olahraga nasional, termasuk melalui pembukaan posisi Deputi Pengembangan Industri Olahraga.
“Kebetulan Kementerian Pemuda dan Olahraga sedang rekrutmen, sedang open bidding untuk kedudukan Deputi Pengembangan Industri Olahraga,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa Kemenpora tengah mendorong penemuan di sektor olahraga, termasuk memastikan temuan-temuan baru memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.
“Kemenpora bakal mengembangkan industri-industri olahraga dari mulai industri raket, bola, dan sebagainya,” ujar Gunawan.
“Baru saja dari hari kemarin, ada satu penemuan baru nan merupakan hasil disertasi di Universitas Surabaya, itu adalah raket pingpong nan segi lima. Ini baru, penemuan baru. Nanti bakal saya cek apakah ini sudah dipatenkan alias belum. Ini hari ini betul-betul kerja sama Kementerian Hukum dan Kemenpora sangat bagus,” sambungnya.
Gunawan juga menyebut bahwa posisi Deputi Industri Olahraga bakal diisi dari kalangan ahli swasta, nan diharapkan bisa mendorong peningkatan paten dan kewenangan kekayaan intelektual di sektor tersebut.
“Kebetulan untuk Deputi Industri Olahraga itu sudah diizinkan oleh Bapak Presiden dan juga sudah diizinkan oleh Bu Menteri PAN-RB, itu boleh diisi oleh pihak swasta,” katanya.
“Sekarang sudah lolos empat orang, berasal dari pihak swasta. Jadi mudah-mudahan dengan kelak terpilihnya Deputi Industri Olahraga itu dari swasta, angan kita bakal bisa meningkatkan paten-paten, hak-hak intelektual dari industri olahraga itu,” tambah dia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·