Perguruan Tinggi Perkuat Hilirisasi Riset Lewat Publikasi dan Kekayaan Intelektual

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Perguruan Tinggi Perkuat Hilirisasi Riset Lewat Publikasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) meluncurkan Sentra Kekayaan Intelektual (KI) USNI dan USNI Press pada 17 Agustus 2026. Kedua akomodasi tersebut diluncurkan dalam Grand Launching dan Seminar Kolaboratif di Auditorium USNI dengan tema Sinergi Perli(Dok. Universitas Satya Negara Indonesia (USNI))

PERGURUAN tinggi menghadapi tuntutan nan semakin besar untuk memastikan hasil penelitian dan karya akademik tidak berakhir sebagai arsip ilmiah. Selain dipublikasikan, hasil riset perlu mempunyai perlindungan kekayaan intelektual serta kesempatan untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun bumi industri.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) melalui peluncuran Sentra Kekayaan Intelektual (KI) USNI dan USNI Press pada 17 Agustus 2026. Kedua akomodasi tersebut diluncurkan dalam Grand Launching dan Seminar Kolaboratif di Auditorium USNI dengan tema Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual dan Penguatan Literasi Akademik: Dari Publikasi Ilmiah menjadi Kekayaan Ilmiah Terlindungi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya USNI memperkuat budaya akademik, publikasi ilmiah, perlindungan karya, hingga hilirisasi hasil riset. Rektor USNI Dr. Sihar P. H. Sitorus, B.S.B.A., M.B.A. mengatakan perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab untuk memastikan hasil riset dan karya ilmiah memberikan akibat nyata, terlindungi secara hukum, serta dapat didistribusikan secara luas kepada masyarakat.

"Di era transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) saat ini, perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk melahirkan riset dan karya ilmiah, tetapi juga wajib memastikan karya tersebut memberikan akibat nyata, terlindungi secara hukum, serta terdistribusi secara luas kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Sihar, kehadiran Sentra KI dan USNI Press menjadi salah satu tonggak dalam membangun ekosistem akademik USNI nan berkualitas, berkekuatan saing, dan berdampak.

Memperkuat publikasi akademik
USNI Press disiapkan untuk memperkuat sisi publikasi dan hilirisasi pengetahuan di lingkungan kampus. Wakil Rektor I dan III USNI sekaligus Kepala USNI Press, Dr. Dian Alanudin mengatakan pembentukan penerbit tersebut bukan sekadar penambahan unit kerja, melainkan bagian dari komitmen universitas membangun publikasi akademik nan profesional.

“Hadirnya USNI Press bukan sekadar peluncuran unit kerja baru. Ini adalah corak bentuk komitmen nyata kita untuk menjadi penerbit akademik nan unggul, tepercaya, dan inovatif dalam mendukung hilirisasi pengetahuan pengetahuan dan teknologi nan berakibat nyata bagi masyarakat dan dunia,” kata Dian.

USNI Press mempunyai visi menjadi penerbit akademik nan unggul, terpercaya, dan inovatif dalam mendukung hilirisasi pengetahuan pengetahuan dan teknologi. Untuk mencapai visi tersebut, penerbit bakal memfasilitasi sivitas akademika dalam menerbitkan kitab referensi, monograf, kitab ajar, modul, dan beragam karya akademik bermutu.

USNI Press juga diarahkan untuk mendorong penelitian nan orisinal dan berakibat dengan menjunjung tinggi etika publikasi serta perlindungan HKI. Selain itu, penerbit berupaya menjembatani hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan industri dan publik.

Mendorong perlindungan karya
Sejalan dengan USNI Press, Sentra KI USNI nan dikelola melalui Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) datang sebagai pusat jasa informasi, konsultasi, pendampingan, dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual.

Kepala Sentra KI USNI Teguh Rifandi mengatakan pembentukan Sentra KI merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat perlindungan sekaligus hilirisasi kekayaan intelektual. Pembentukan dan pengelolaan Sentra KI tersebut juga sejalan dengan nota kesepahaman (MoU) USNI berbareng Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta.

Menurut Teguh, kekayaan intelektual di USNI selama ini tetap didominasi Hak Cipta. Ke depan, universitas mendorong pengembangan corak perlindungan lain, terutama Merek, Paten, dan Paten Sederhana, agar hasil penelitian dapat lebih optimal dimanfaatkan industri dan masyarakat.

"Selama ini kekayaan intelektual di USNI tetap didominasi Hak Cipta. Ke depan, kami mendorong pengembangan Merek, Paten, dan Paten Sederhana agar hasil penelitian dapat lebih optimal dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat," ujarnya.

Penguatan perlindungan kekayaan intelektual tersebut tidak hanya berangkaian dengan aspek legal. Perlindungan juga menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan agar hasil penelitian dapat dikembangkan dan dimanfaatkan di luar lingkungan akademik.

Literasi publikasi dan kekayaan intelektual
Peluncuran Sentra KI dan USNI Press ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor USNI, dilanjutkan penayangan video pembukaan dan logo USNI Press serta penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan HKI atas Logo USNI, Logo USNI Press, dan Logo Sentra KI kepada jejeran ketua universitas.

Melalui penguatan publikasi dan jasa kekayaan intelektual, USNI mendorong karya ilmiah dan hasil penelitian sivitas akademika mempunyai jalur nan lebih jelas, mulai dari penciptaan, publikasi, perlindungan, hingga pemanfaatannya oleh masyarakat dan industri. Menutup rangkaian kegiatan, Dian membujuk sivitas akademika menjadikan peluncuran USNI Press dan Sentra KI sebagai momentum untuk memperkuat budaya menulis, meneliti, dan berinovasi di lingkungan kampus.

“Jangan biarkan pendapat besar berlalu tanpa jejak. Terbitkan karya Anda, lindungi inovasinya, dan biarkan dia menginspirasi dunia,” pungkasnya. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia