Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang wanita di Tulungagung, Jawa Timur, meninggal bumi sesaat setelah keluar dari wahana rumah hantu di Apollo Supermall Tulungagung. Wahana tersebut sekarang ditutup sementara.
Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan pada Rabu (29/7), korban BNW (39) penduduk Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung masuk wahana pada pukul 14.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selang beberapa menit korban kemudian keluar berbareng visitor lainnya dengan berlari lantaran ketakutan.
"Sekitar lima menit kemudian korban keluar dari wahana, kemudian duduk sesaat di bangku di dekat pintu," kata Iptu Nanang, Kamis (30/7).
Nanang melanjutkan korban sempat berdiri namun tiba-tiba terjatuh. Saat terjatuh kepalanya diduga sempat membentur kursi. Petugas nan ada di sekitar letak langsung berupaya memberikan pertolongan, bakal tetapi korban sudah tidak bergerak.
"Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi dan tim medis. Dari proses pemeriksaan korban dipastikan sudah meninggal dunia," jelasnya.
Nanang menambahkan dari proses visum luar ditemukan luka pada pelipis kiri dan gigi patah. Luka tersebut diduga akibat korban terjatuh.
"Kami tidak menemukan adanya kejanggalan atas kematian korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban mempunyai riwayat sakit hipertensi," kata Nanang.
Nanang menambahkan riwayat hipertensi itu berasas keterangan nan disampaikan oleh ibu korban.
Dalam keterangannya, lanjut Nanang, korban sempat menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menunaikan ibadah haji. Hasilnya, tekanan darah korban sempat tinggi. Bahkan ketika berada di Tanah Suci, korban beberapa kali mengalami pingsan.
Nanang menambahkan, sepulang dari ibadah haji, korban juga disebut kerap mengeluhkan jantung berdebar ketika mendengar bunyi keras, seperti bunyi keras.
"Menurut keterangan ibu kandungnya, saat haji korban pernah pingsan cukup lama. Setelah pulang juga jika mendengar bunyi keras, misalnya knalpot alias motor digas, sering merasa berdebar," kata Pamapta Polres Tulungagung Ipda Hendra.
Sementara itu Kaposlek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto menyebut saat ini wahana rumah hantu tersebut tetap ditutup sementara. Polisi menyelidiki penyebab pasti kematian korban.
"Masih kami tutup sementara itu untuk proses penyelidikan," kata Puji.
Baca selengkapnya di sini...
(tim/wis)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·