Jakarta -
Sejumlah pelajar SMK di Kota Bekasi, Jawa Barat mulai melaksanakan Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) menjahit. Program nan menggandeng sejumlah industri ini menghadirkan support sarana untuk training konveksi dalam rangka meningkatkan kompetensi siswa bidang Tata Busana.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota meninjau aktivitas perdana tersebut di SMKN 1 Kota Bekasi, pada Kamis (22/10). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian Polres Metro Bekasi Kota terhadap penyelenggaraan program 'Poliran'.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres memandang secara langsung aktivitas siswa nan mengoperasikan mesin jahit industri. Ia juga mengawasi proses pengerjaan bahan kain serta berbincang dengan pihak sekolah mengenai pemanfaatan akomodasi praktik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Ketua Bhayangkari turut memperkuat support terhadap pengembangan keahlian generasi muda, khususnya dalam bagian tata busana nan mempunyai kesempatan untuk dikembangkan menjadi skill produktif.
Putu Kholis menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari tersedianya peralatan, tetapi juga dari keahlian siswa memanfaatkannya untuk menghasilkan karya nan berkualitas. Menurutnya, pengalaman menggunakan perangkat produksi menjadi bekal krusial untuk mengenal ritme pekerjaan, meningkatkan ketelitian, dan membangun kepercayaan diri sebelum memasuki bumi industri.
Polres Metro Bekasi Kota meninjau program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) SMKN 1 Bekasi. Foto: dok. Istimewa
"Yang mau kita lihat bukan sekadar mesin-mesin ini tersedia, tetapi gimana anak-anak dapat menggunakannya dengan baik dan terus berkembang. Setiap proses belajar kudu memberi mereka pengalaman baru, keberanian untuk mencoba, dan keahlian menghasilkan sesuatu dari keahlian nan dimiliki. Kami mau akomodasi ini betul-betul menjadi ruang tumbuh bagi masa depan mereka," ujar Putu Kholis, Jumat (23/10/2026).
Fasilitas praktik tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama Polres Metro Bekasi Kota dengan PT Sentosa Garmindo Pratama dalam penyelenggaraan 'Poliran'. Program ini dirancang dengan support inventaris sebanyak 429 unit mesin dan peralatan konveksi, sedangkan training tahap awal diperuntukkan bagi 60 siswa bidang Tata Busana dalam dua kelas. Melalui pemanfaatan sarana secara bertahap, aktivitas pembelajaran diharapkan semakin dekat dengan proses produksi nan diterapkan di bumi usaha.
Selain mendukung pendidikan keterampilan, 'Poliran' juga dipersiapkan untuk menjangkau masyarakat nan memerlukan kesempatan meningkatkan keahlian kerja. Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota tetap memproses pendataan dan pendaftaran calon peserta dari masyarakat umum untuk tahap berikutnya. Pengembangan tersebut mencerminkan semangat "Polisi Bersama Masyarakat", dengan menghadirkan kepolisian sebagai penghubung antara kebutuhan warga, lembaga pendidikan, dan bumi industri.
"Kami berambisi dari ruang praktik ini lahir anak-anak nan terampil, kreatif, dan mempunyai semangat untuk terus belajar. Tidak semua keberhasilan kudu dimulai dari bekerja di perusahaan besar. Keterampilan nan ditekuni dengan sungguh-sungguh juga dapat menjadi jalan untuk membangun upaya sendiri, menciptakan peluang, apalagi suatu saat membuka pekerjaan bagi orang lain," pungkas Putu.
(mea/imk)
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·