Menteri UMKM Ungkap Tantangan Berat Atasi Perdagangan Pakaian Bekas Impor

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |13:26 WIB

Menteri UMKM Ungkap Tantangan Berat Atasi Perdagangan Pakaian Bekas Impor

Menteri UMKM Ungkap Tantangan Berat Atasi Perdagangan Pakaian Bekas Impor (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan tantangan berat pemerintah dalam menangani perdagangan busana jejak impor di Indonesia. Pasalnya, aktivitas jual beli peralatan jejak impor telah menjadi budaya di sejumlah wilayah dan menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Maman mengatakan, pemerintah perlu berhati-hati dalam menangani persoalan tersebut agar kebijakan nan diambil tidak menimbulkan akibat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pedagang nan telah lama menggantungkan penghasilan dari penjualan peralatan jejak impor.

"Jadi, gini, tantangannya memang rupanya di beberapa titik dan di beberapa wilayah ini sudah menjadi sebuah budaya. Itu dulu tuh. Itu challenging-nya, tapi saya tidak mengatakan ini persoalan total," ujar Maman dalam konvensi pers nan digelar pada Kamis (22/10/2026) malam.

Menurutnya, Kementerian UMKM berupaya mencari penyelesaian nan tepat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat nan selama ini menjalankan upaya perdagangan peralatan jejak impor.

"Artinya kami dari Kementerian UMKM mau menyelesaikan situasi ini secara hati-hati dan juga jangan sampai ini juga menimbulkan implikasi dampak-dampak ekonomi kepada masyarakat-masyarakat nan aktivitasnya sudah cukup lama menjual produk-produk, barang-barang jejak nan diimpor dari luar negeri" sebut Maman.

Di sisi lain, Maman menegaskan bahwa perdagangan peralatan jejak impor perlu dibedakan dengan aktivitas thrifting secara umum. Sebab, menurutnya, tidak semua aktivitas jual beli peralatan jejak merupakan sesuatu nan negatif.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑