Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus gembong narkoba Kampung Bahari berinisial MR alias Bos Gendut di sebuah salon kecantikan di Mangga Besar, Jakarta Barat pada Rabu (12/8) malam.
Bos gendut diketahui sudah menjadi buronan Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak tahun 2025. Ia akhirnya sukses ditangkap setelah petugas mengintai nan berkepentingan saat keluar dari Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Merupakan buronan mengenai dengan kasus narkoba pada tanggal 7 November 2025 atas nama MR alias Bos Gendut, merupakan gembong narkoba alias bos narkoba nan bercokol di Kampung Bahari," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan kepada wartawan, Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roy mengatakan bos gendut terlibat dalam kasus kepemilikan sabu seberat 98 kilo, senjata api, sejumlah emas batangan dan sebagainya.
Aparat, katanya, telah melakukan pengembangan mengenai dugaan tindak pidana pencucian duit (TPPU) nan dilakukan bos gendut.
Terkait perkara TPPU itu, BNN telah menyita duit tunai sebesar Rp1,277 miliar dan aset milik bos gendut nan ditaksir senilai Rp39,950 miliar.
Dalam pemeriksaan, bos gendut mengaku ada beberapa orang nan terlibat dalam jaringannya. Dari info itu, BNN berbareng Polda Metro Jaya kemudian melakukan operasi penyergapan di Kampung Bahari pada Kamis pagi kemarin.
Roy mengungkapkan dalam operasi tersebut pihaknya sempat mendapat perlawanan dari para loyalis bos gendut nan ada di Kampung Bahari. Perlawanan ini mengakibatkan seorang personil Polri pun mengalami luka di bagian bawah mata.
"Itu kira-kira perlawanan nan diberikan oleh rekan-rekan alias loyalis dari nan berkepentingan terhadap kami sehingga kami sukses menangkap dua orang nan diamankan, termasuk juga salah satunya nan sudah kita lebih dulu tangkap atas nama bos G," tutur dia.
Roy menyebut dalam operasi itu pihaknya sukses menyita sejumlah peralatan bukti. Antara lain, narkotika jenis ganja alias gorilla, uang, senjata api, samurai, beberapa peluru, handphone hingga mobil.
"(Soal peran dua orang lainnya) sejauh ini kita bakal lagi periksa, lantaran berada di TKP pada saat kita lakukan operasi. Sehingga kelak setelah kita periksa, kita proses sidik, kelak bakal kita sampaikan mengenai dengan hubungan antara bos gendut alias MR dengan dua orang ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Roy juga membeberkan bos gendut diduga mempunyai jaringan antarprovinsi. Sebab, dari hasil pendalaman diketahui narkoba nan ada di Kampung Bahari berasal dari provinsi lain.
Disampaikan Roy, saat ini pihaknya tetap terus melakukan pengembangan. Termasuk, mengejar jaringan nan terlibat dengan bos gendut.
"Kalau kita mau bicara tentang jaringan nan MR, ini jaringannya di antar provinsi. Karena ada beberapa pelaku nan membawa peralatan ke Kampung Bahari itu berasal dari provinsi lain," ucap dia.
(dis/kid)
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·