Perbedaan Burnout dan Post Holiday Blues serta Dampaknya Menurut Psikolog

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Perbedaan Burnout dan Post Holiday Blues serta Dampaknya Menurut Psikolog Ilustrasi seseorang mengalami post holiday blues.(Dok. Magnific)

KONDISI burnout dan post holiday blues sering kali dianggap sama lantaran keduanya berangkaian dengan penurunan semangat saat kudu kembali bekerja alias belajar. Namun, Psikolog klinis Virginia Hanny, menegaskan bahwa kedua kondisi kesehatan mental ini mempunyai perbedaan nan signifikan dari sisi durasi, penyebab, hingga dampaknya terhadap perilaku individu.

Menurut Virginia, perbedaan mendasar terletak pada gimana kondisi tersebut memengaruhi sikap dasar seseorang terhadap tanggung jawabnya. "Burnout ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi alias sikap sinis, dan penurunan pencapaian personal, sedangkan post holiday blues tidak sampai mengubah sikap dasar terhadap pekerjaan alias sekolah," ujarnya.

Perbedaan Durasi dan Penyebab

Salah satu parameter paling mudah untuk membedakan keduanya adalah jangka waktu terjadinya kondisi tersebut. Post holiday blues umumnya berkarakter sementara, sedangkan burnout condong berkarakter kronis.

Perbandingan Utama:

  • Durasi: Burnout bisa berjalan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Sementara post holiday blues biasanya hanya memperkuat beberapa hari hingga maksimal dua minggu.
  • Penyebab: Burnout dipicu oleh stres kerja nan berkepanjangan. Adapun post holiday blues muncul lantaran adanya transisi emosional dari masa liburan kembali ke rutinitas harian.

Dampak pada Perilaku Kerja

Psikolog lulusan Universitas Padjajaran ini menjelaskan bahwa perseorangan nan mengalami burnout condong menunjukkan sikap cuek dan menarik diri dari lingkungan pekerjaan dalam waktu lama. Sebaliknya, mereka nan mengalami post holiday blues hanya merasakan keengganan sesaat untuk memulai kembali rutinitas.

Tips Mengatasi Post Holiday Blues

Bagi Anda nan merasa susah beradaptasi setelah masa libur usai, Virginia Hanny menyarankan beberapa langkah praktis untuk memulihkan semangat:

  • Membangun Rutinitas Bertahap: Jangan langsung memaksakan beban kerja nan berat di hari pertama.
  • Memperbaiki Pola Tidur: Kembalikan jam tidur nan konsisten untuk memulihkan daya fisik.
  • Membuat Goals Kecil: Fokus pada target-target sederhana nan mudah dicapai untuk meningkatkan rasa pencapaian.
  • Menjaga Keseimbangan: Tetap lakukan aktivitas menyenangkan saat liburan, seperti olahraga ringan alias hobi, di sela-sela rutinitas kerja.

Virginia juga mengingatkan pentingnya menyadari bahwa emosi nan muncul adalah perihal nan sah dan wajar. Namun, jika emosi tersebut tidak kunjung membaik setelah dua minggu alias mulai mengganggu kegunaan hidup sehari-hari, sangat disarankan untuk berbincang dengan orang terdekat alias tenaga profesional. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia