Ilustrasi(Dok Istimewa)
Distribusi air bersih kepada 50 ribu pengguna Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Jawa Barat, sekarang telah kembali normal. Kepastian ini menyusul rampungnya perbaikan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Citayam nan sempat mengalami gangguan teknis.
Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, M. Olik Abdul Holik, menyatakan bahwa kabel power pada IPA tersebut telah selesai diperbaiki. Dengan selesainya pengerjaan tersebut, aliran air ke ribuan pengguna nan terdampak sekarang sudah stabil.
"Sistem sudah berfaedah kembali dengan baik, suplai air pun juga sudah kembali normal," ujar Olik pada Kamis (3/9/2026).
Penggantian Kabel Tua
Olik menjelaskan, langkah utama nan diambil tim teknis adalah mengganti kabel tua nan terbakar dengan kabel baru. Upaya ini dilakukan sebagai solusi permanen untuk menjamin keamanan operasional dan mencegah akibat kebakaran serupa di masa mendatang akibat korsleting listrik.
Berdasarkan pertimbangan teknis, PDAM Tirta Asasta mempunyai tiga kabel power utama nan berpusat di satu titik di Citayam. Dalam kejadian nan terjadi pada 1 September 2026 tersebut, hanya satu kabel nan mengalami kerusakan. Kabel tersebut melayani pengedaran air untuk penduduk di tujuh kecamatan, meliputi:
- Kecamatan Cipayung
- Kecamatan Cilodong
- Kecamatan Sukmajaya
- Kecamatan Cinere
- Kecamatan Sawangan
- Kecamatan Beji
- Kecamatan Pancoran Mas
"Kabel tersebut mungkin tertekuk, digigit tikus, alias ada abnormal produksi di titik tertentu, sehingga isolasinya bocor lebih dulu dibandingkan dua kabel lainnya," jelas Olik mengenai penyebab kerusakan.
Pemantauan Lapangan
Meski sistem utama sudah kembali beroperasi, tim teknis PDAM Tirta Asasta tetap disiagakan di lapangan. Mereka melakukan pengecekan dan pengontrolan jalur pipa secara langsung untuk memastikan tekanan air nan dialirkan ke rumah-rumah penduduk tetap stabil.
Insiden terbakarnya kabel power di IPA Citayam ini merupakan kejadian pertama sejak instalasi tersebut mulai beraksi pada tahun 2012. Pihak manajemen pun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan jasa nan sempat menghalang aktivitas harian pelanggan.
"Kami memahami bahwa gangguan ini telah berakibat pada aktivitas dan kebutuhan sehari-hari pelanggan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan nan terjadi," pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·