Seorang penduduk lanjut usia Lebanon, Youssef Fares (90), terpaksa mengungsi ke rumah sakit setelah rumah nan telah dia tinggali selama lebih dari 70 tahun dilaporkan rusak akibat serangan udara Israel. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Fares sekarang berlindung di sebuah bilik rumah sakit di Kota Tyre, Lebanon selatan. Dari jendela ruang perawatannya, dia tetap dapat memandang deretan gedung nan mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Kondisi tersebut terekam dalam pengarsipan Reuters pada Senin (16/6), di tengah meningkatnya ketegangan area menyusul tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Meski kesepakatan Washington-Teheran memunculkan angan bakal meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah, akibat bentrok tetap dirasakan oleh penduduk sipil di Lebanon selatan. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Kerusakan prasarana dan gedung akibat serangan sebelumnya tetap terlihat jelas di sejumlah wilayah, termasuk di Tyre. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Fares menjadi salah satu simbol besarnya akibat bentrok terhadap penduduk sipil. Setelah kehilangan tempat tinggal nan telah menjadi rumahnya selama lebih dari tujuh dekade, laki-laki berumur 90 tahun itu sekarang menggantungkan hidupnya di akomodasi kesehatan sembari menyaksikan kampung halamannya nan porak-poranda. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Hingga kini, situasi keamanan di Lebanon selatan tetap menjadi perhatian, sementara proses pemulihan dan penanganan akibat bentrok terus berlangsung. (REUTERS/Zohra Bensemra)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·