Perang Nuklir Makin Dekat, 9 Negara Diam-Diam Bakar Rp 2.000 T

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara pemilik senjata nuklir meningkatkan pengeluaran mereka untuk senjata atom tersebut. Bahkan pengeluaran mencapai rekor tertinggi nyaris US$119 miliar setara sekitar Rp2.166 triliun (asumsi kurs Rp18.200/US$).

Hal ini terungkap dari laporan International Campaign to Abolish Nuclear Weapons, (ICAN) Selasa (9/6/2026). Dilaporkan gimana sembilan negara pemilik senjata nuklir di bumi bersama-sama meningkatkan pengeluaran persenjataan mereka sebesar nyaris US$17 miliar pada tahun lalu.

"Saat ketegangan geopolitik meningkat, perlombaan senjata nuklir baru sedang terjadi, nan telah dipersiapkan oleh para pelakunya selama beberapa dekade", bunyi laporan ICAN sebagaimana dibuat AFP.

"Kecerdasan buatan dapat meningkatkan akibat penggunaan senjata nuklir, sangat mengkhawatirkan," tambah kepala program ICAN dan salah satu penulis laporan tersebut, Susi Snyder.

Sembilan negara itu adalah Amerika Serikat (AS), China, India, Inggris, Israel, Korea Utara (Korut), Pakistan, Perancis, dan Rusia. Dari semuanya, Amerika menghabiskan biaya lebih banyak dibandingkan campuran negara-negara lain.

Tercatat Washington memakai US$69,2 miliar untuk senjata nuklir pada tahun 2025. Ini meningkat sebesar US$12,4 miliar dari tahun sebelumnya.

Di posisi kedua, ada China, nan diperkirakan mengeluarkan biaya sebesar US$13,5 miliar pada tahun lalu. Inggris ada di posisi ketiga sebesar US$12,6 miliar sedangkan Rusia di posisi keempat sebesar US$9,5 miliar.

"Selama lima tahun terakhir, sembilan negara tersebut telah menghabiskan lebih dari US$470 miliar untuk persenjataan mereka," muat ICAN lagi.

"Investasi bakal makin tumbuh di masa depan," tambahnya.

Nuklir AS

Laporan tersebut menunjukkan juga bahwa rencana rudal balistik antarbenua Sentinel AS nan baru, diperkirakan bakal tetap beraksi setelah tahun 2100. Peningkatan produksi plutonium AS mengindikasikan bahwa hulu ledak negara tersebut bakal memperkuat hingga tahun 2120.

Hal ini berfaedah ada investasi nan signifikan, dengan pengeluaran senjata nuklir AS selama satu dasawarsa antara tahun 2025 dan 2034 diperkirakan mencapai nyaris US$1 triliun. Jumlah nan dibelanjakan ini sangat besar jika dioptimalkan untuk kemanusiaan dunia nan sedang terhuyung-huyung akibat pemotongan biaya nan drastis oleh AS.

"Apa nan dibelanjakan negara-negara ini pada tahun 2025 bisa saja bayar anggaran operasional PBB selama 32 tahun," kata Snyder, lagi seraya menambahkan bahwa pengeluaran senjata nuklir satu hari pada tahun lampau dapat memberikan ketahanan pangan bagi lebih dari dua juta orang.

"Alih-alih memberikan support alias menjamin jasa krusial seperti jasa kesehatan bagi penduduknya, negara-negara bersenjata nuklir malah berinvestasi pada persenjataan nan mereka sendiri tahu tidak dapat mereka gunakan tanpa melakukan kejahatan perang," ujarnya.

"Sepertinya ada keterputusan total dari kenyataan," tambahnya.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News