Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2026 |23:14 WIB

Perang Iran-AS, Diplomasi Indonesia Dinilai Bisa Meredam Konflik Timur Tengah (Xinhua)
JAKARTA – Serangan udara Israel nan dibantu Amerika Serikat ke Iran, telah menelan korban ribuan penduduk sipil Iran. Teheran pun membalas dengan menembakan ratusan rudal balistik ke Israel.
Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel selama ini menjadi sorotan dunia. Sementara sikap Indonesia dalam merespons dinamika bentrok di area Timur Tengah merupakan langkah konstruktif dalam perspektif norma internasional.
‘’Salah satu sikap positif pemerintah terlihat dari upaya menjaga stabilitas area melalui jalur diplomasi serta mendorong de-eskalasi konflik,’’ujar Pengamat Hukum Internasional dari Rajawali Cendikia Research Center, Muhammad Arbani, kepada Okezone, Kamis (12/3/2026).
“Dalam perspektif norma internasional, posisi nan diambil Indonesia dapat dipandang positif lantaran berupaya menjaga stabilitas kawasan,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, bentrok di Timur Tengah tidak hanya berakibat pada keamanan regional, tetapi juga berpotensi memicu krisis daya dan gejolak ekonomi di tingkat global.
Karena itu, langkah Indonesia nan mendorong penyelesaian bentrok melalui diplomasi dinilai penting, tidak hanya bagi stabilitas internasional tetapi juga untuk melindungi kepentingan nasional.
“Konflik di Timur Tengah berpotensi memicu krisis daya dan ekonomi global. Dengan mendorong diplomasi dan de-eskalasi, Indonesia juga sedang melindungi kepentingan ekonomi nasional,” ujarnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·